
DENPASAR – Munculnya pertanyaan di kegiatan Webinar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang digelar Siwo PWI Pusat bekerjasama dengan Kemenpora lalu soal kapan Bali menjadi host atau tuan rumah PON cukup menarik.
Memang selama ini Bali belum sama sekali menjadi host PON bahkan dua kali mengajukan diri pada bidding dan selalu kalah. Hasil itu bahkan tidak dipahami kenapa bisa sampai kalah. Padahal dari sisi promosi, pemaparan misi dan visi sebagai host PON sudah sangat bagus.
“Saya tidak paham kenapa bisa kalah dua kali. Pertama kali Bali mengajukan tuan rumah untuk PON XX/2020 saat PON Bandung tahun 2016, kalah dari Papua. Begitu juga sebelum PON Papua digelar pada bidding saat itu Bali juga mengajukan host untuk PON XXI/2024 dengan host bersama NTB juga kalah dari Aceh dan Sumatera Utara (Sumut),” tutur Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Kamis (2/12/2021).
Padahal banyak hal yang bisa disiapkan dengan matang oleh Bali jika menjadi host. Mulai dari hotel yang sudah banyak, transportasi yang tidak kesulitan karena banyak transportasi di Bali, jarak pertandingan di venue tidak begitu jauh sampai SDM yang sudah mapan karena sudah terbiasa menggelar even nasional bahkan internasional.
“Satu lagi tak kalah pentingnya yakni para peserta dalam hal ini daerah-daerah lainnya menginginkan Bali host PON. Ya mungkin kalau daerah lain diberikan apakah untuk pemerataan atau bagaimana saya tidak paham soal itu,” beber Suwandi.
Lantas bagaimana dengan pengajuan untuk PON selanjutnya ? Mantan Ketua Umum KONI Badung itu menegaskan, semuanya itu tergantug Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam hal ini Gubernur Bali nantinya.
“Semua itu keputusannya di Pak Gubernur karena KONI Bali hanya pelaksana saja,” tandas Suwandi.(ari/jon)








