
KUTA – Pantai Kedonganan sekitar pasar ikan, kini tampak bersih dari buangan limbah cucian ikan. Hal tersebut merupakan pengaruh keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang telah tertanam di sekitar lokasi.
Pengelola Pasar Ikan Kedonganan I Wayan ‘Tenja’ Suerta mengungkapkan, IPAL tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sistem itu tertanam pada sisi selatan pintu masuk Dermaga Watu Nunggul.
“Dengan adanya ini, maka astungkara tidak ada lagi limbah cucian ikan yang terbuang lagi ke pantai,” ungkap Tenja, Rabu (17/11/2021).
IPAL itu sendiri sudah terpasang dan dioperasikan sejak sekitar dua bulan lalu. Hasil akhirnya berupa air bersih, bahkan sudah sempat beberapa kali dimanfaatkan untuk menyiram.
“Limbah cucian ikan yang dihasilkan di pasar ikan ini per harinya mencapai angka 5 sampai 8 ton, bahkan bisa lebih. Karena itulah kami kembali mengajukan penambahan, dengan harapan kapasitasnya nanti mencapai 16 ton,” ungkapnya.
Sistem itupun katanya dilengkapi dengan bak penyerapan. Sehingga ketika hasil pengolahannya nanti tidak terpakai melebihi daya tampung, maka secara otomatis terbuang dan terserap ke dalam tanah melalui overflow yang disediakan.
“Perlu saya tekankan juga, yang terbuang ke bak penyerapan itu adalah yang sudah terolah jadi air. Bukan yang masih berupa limbah,” tegasnya.
Limbah yang masuk ke dalam sistem tersebut hanyalah yang berupa limbah cair. Untuk memastikan hal itu, maka sistem juga telah dilengkapi semacam filter.
“Jika ada limbah padat yang tersangkut, maka akan dipungut agar tidak menyumbat saluran menuju sistem,” bebernya.
Evaluasi terhadap penerapan IPAL itu tentu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan harapan agar sistem memberikan manfaat optimal, sejalan dengan komitmen pihaknya bersama-sama Desa Adat Kedonganan, yakni menciptakan pasar ikan dan Pantai Kedonganan yang lebih bersih, tertata dan bebas dari buangan limbah sembarangan. (adi/jon)








