
KUTA – Angka pergerakan penumpang domestik di Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat mengalami kenaikan yang nyaris mencapai 100 persen. Perkembangan tersebut terlihat dari perbandingan antara kondisi di bulan September dan Oktober 2021.
Berdasarkan data yang dikeluarkan PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, pergerakan penumpang di bulan Oktober lalu berada pada angka 464.390 orang. Sementara pada bulan September hanya mencapai angka 234.939 orang saja.
Sejalan dengan itu, pergerakan pesawat juga mengalami pertumbuhan positif. Dari awalnya 2.040 penerbangan pada bulan September, melonjak ke angka 3.697 pada bulan Oktober.
Khusus di bulan Oktober 2021, Jakarta masih menjadi rute asal ataupun tujuan terbanyak. Disusul Surabaya dan Ujung Pandang.
“Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, sesuai dengan rekap data lalu lintas angkutan udara, terdapat pertumbuhan hingga 98% penumpang pada bulan Oktober 2021 dibandingkan bulan sebelumnya,” sebut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai Herry AY Sikado, Rabu (3/11/2021) lalu.
Hal tersebut, dipastikan dia, senantiasa dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan cegah Covid-19 secara ketat. Dengan harapan agar para penumpang dapat terbang dengan sehat dan selamat, sekaligus mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Dengan bersinergi bersama KKP maupun maskapai, seluruh calon penumpang wajib diperiksa dokumen kesehatannya sebelum berangkat, dan memastikan hasil tes Covid-19 layak untuk terbang. Hal ini sangat penting melihat kondisi Covid-19 yang sudah menurun, dan itu harus kita jaga,” tegasnya.
Diungkapkannya pula, di Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri, saat ini sudah terdapat 10 unit fasilitas self checking PeduliLindungi. Fasilitas tersebut kaitan dengan perkembangan dokumen kesehatan yang semuanya telah terdigitalisasi.
“Saya mengimbau kepada calon penumpang, agar dapat memastikan dokumen kesehatannya terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga saat di bandara, tidak mengalami kendala,” ucapnya.
Di samping itu, Herry juga meminta agar segenap calon penumpang benar-benar memperhatikan syarat terkini yang diberlakukan. Muali 3 November 2021 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah memberlakukan hasil tes negatif Antigen sebagai syarat alternatif penerbangan domestik. Itu berlaku, jika penumpang bersangkutan telah vaksin dosis 2. Sementara jika hanya berbekal vaksin dosis 1, maka itu wajib dilengkapi dengan hasil tes negatif PCR.
“Semoga dengan diimplementasikannya persyaratan penerbangan yang lebih mudah ini, dapat meningkatkan jumlah wisatawan menuju ke Pulau Bali. Tentunya dengan tetap dibarengi disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya. (adi/jon)








