
BADUNG – Korban pengeroyokan berinisial I Putu HP (22) depan Balai Banjar Temacun, Kuta, Minggu (31/10/2021) dini hari masih terkapar di RSUP Sanglah akibat luka di kepala diduga terkena sabetan senjata tajam dilakukan sekelompok pemuda.
BACA JUGA : Berhenti di Pinggir Jalan, Pemotor Dikeroyok dan Ditebas
Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Kuta oleh I Wayan Fe (27) yang tidak lain teman korban. Tim opsnal Reskrim Polsek Kuta masih mendalami penyelidikan sekaligus mendalami pemeriksaan CCTV di sekitar TKP. Hanya, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengaku belum menerima data laporan.
“Memang benar ada video beredar di media sosial terkait dugaan penganiayaan, tapi saya belum menerima data dari Polsek Kuta,” ujar Iptu Sukadi yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (31/10) malam.
Sementara, dari kronologis kejadian sesuai laporan menyebutkan, I Wayan Fe usai membeli bensin di SPBU Gelael hendak mengantar korban ke rumahnya di seputaran Jalan Mataram, Kuta, sekitar pukul 02.10 WITA. “Pelapor memboceng korban melewati Jalan Majapahit, Kuta,”kata sumber petugas.
Sebelum jembatan, pelapor asal Desa Cemagi, Mengwi, Badung, papasan dengan sekitar enam motor. Saat akan belok ke arah Majapahit, saksi melihat di spion kelompok pelaku mengejarnya. “Persis depan Balai Banjar Temacun, satu motor menghadang korban kemudian dua orang turun sambil teriak-teriak,”ungkap sumber.
Lantaran ketakutan, keduanya kabur meninggalkan motor. Pelapor lari ke arah barat dan korban ke utara. Tidak lama, I Wayan Fe balik menuju kendaraannya. Saat itulah, I Putu HP datang dengan luka di kepala. Ia meminta saksi mengantar ke RS Siloam.
“Pelapor mengantar korban ke RS Siloam kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans,”beber sumber. (dum)








