
BADUNG – Angin segar untuk ekspor komoditas pertanian mulai berhembus kembali. Salah satunya buah manggis yang sebelumnya sempat vakum karena penutupan penerbangan internasional dampak pandemi Covid-19.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengatakan, ekspor manggis Bali dengan negara tujuan China mulai menggeliat sejak minggu terakhir September 2021.
Ia menyebut pengiriman dalam sehari ke Negeri Tirai Bambu itu rata-rata 2 sampai 3 ton, bahkan sudah sempat mencapai 16 ton. “Sampai sekarang, rutin ada permintaan manggis Bali untuk dikirim ke China,” ungkapnya, Minggu 10 Oktober 2021.
Menurutnya, ada pemintaan tersendiri konsumen dari China terhadap buah manggis Bali karena memiliki daging empuk, tapi tidak lembek. Selain itu, tampilan luarnya juga dinilai lebih cantik. “Sekarang musim panen manggis sudah mulai di beberapa daerah di Bali. Saya optimis, ke depan volume ekspor manggis ini akan melonjak naik,” ujarnya.
Pihak Karantina Pertanian Denpasar memiliki komitmen kuat untuk senantiasa melakukan pendampingan, dari dari hulu ke hilir dengan tujuan kualitas produk yang dihasilkan para petani bisa tetap terjaga. (adi)








