
TABANAN – DPRD dan Bupati Tabanan telah menyepakati Kebijakan Umum Penggunaan Anggaran (KUPA) dan Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS) APBD perubahan tahun 2021 dalam rapat paripurna DPRD Tabanan secara virtual, Selasa 7 September 2021. Menariknya di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan ekonomi belum berjalan dengan baik Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berani menaikkan target PAD sebesar 4,01 persen.
Kepala Bakeuda Kabupaten Tabanan AA Dalem Tresna Ngurah dikonfirmasi usai rapat paripurna mengatakan, pihaknya berani menaikkan target PAD karena ada beberapa sektor pendapatan yang melampaui target yang telah ditetapkan pada APBD induk 2021. Salah satunya Bea Peralihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). Dalam APBD induk BPHTB dipasang target sebesar Rp 43 Miliar lebih. Sampai Agustus ini telah tercapai 114 persen atau Rp 49 Miliar lebih. Ada penambahan sebesar Rp 6 Miliar lebih. Selain itu BPHTB masih bisa digenjot sampai akhir tahun 2021.
“Itu dasar kami berani menaikkan target pendapatan daerah dan masih bisa dikejar lagi sampai akhir tahun,” sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga tetap berharap pada penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2). dengan adanya relaksasi berupa penghapusan denda PBB terutang, pihaknya berharap masyarakat semakin sadar dan mau membayar PBB. Meski saat ini kata mantan asisten II Setda Tabanan ini realisasi PBB-P2 baru 55 persen atau baru sekitar 10,45 Miliar lebih dari target Rp 19 Miliar lebih. Namun dirinya meyakini hal tersebut akan dapat dicapai diwaktu yang tersisa.
“Kami rutin turun bertemu dengan perbekel melakukan sosialisasi agar masyarakat mau membayar PBB, kami yakin diakhir tahun dapat terealisasi,” tandasnya.
Ditanya soal anggaran untuk penanganan Covid-19, Gung Dalem mengakui, kalau tidak ada perubahan bila dibandingkan dengan anggran induk 2021 sebesar Rp 85 Miliar. Dana tersebut untuk insentif nakes, pengadaan alat penunjang kesehatan termasuk untuk bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19.
“Masih tetap sama, anggaran Covid sebesar Rp 85 Miliar,” ucapnya. (jon)








