
BULELENG – Melalui mediasi Gubernur Bali Wayan Koster dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Insiden Swab Sidatapa yang terjadi, Senin, 23 September 2021 akhirnya berakhir damai. Melalui upaya secara maraton, kedua belah pihak yakni Dandim 1609/Buleleng Letkol. TNI. Mohammad Windra Lisrianto dan Kadek Dicky Okta Andrean sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
“Pagi hari ini, saya bersama Pangdam IX/Udayana, memediasi masalah Sidetapa. Dari mediasi, kedua belah pihak sepakat semua, dilakukan perdamaian, saling memaafkan, sepakat mengakhiri masalah tersebut, tidak ada lagi proses hukum dan semua kembali pada posisi kedamaian,” ungkap Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa 7 September 2021, usai penandatanganan perdamaian di Makodim 1609/Buleleng.
Didampingi Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Artha, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Forkopimda Buleleng serta pihak yang berseteru, Gubernur Koster menandaskan, dengan perdamaian ini diharapkan semua pihak kembali konsentrasi, semangat untuk bersama-sama menghadapi masalah yang lebih besar yakni Pandemi Covid-19.
“Yang kedua, bangsa ini sedang hadapi masalah besar, Pandemi Covid-19, yang memerlukan kerja keras bersama dan melibatkan semua pihak untuk mengatasi Pandemi Covid-19 agar semakin baik, segera kita bisa memulihkan kembali kepercayaan masyarakat luar terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata dunia,” jelasnya.
Hari ini menjadi momentum untuk melangkah kedepan untuk membangun, memajukan dan mensejahterakan masyarakat.
“Tidak ada lagi yang mengungkit masa lalu, yang kita lihat bagaimana Bali ini kedepan,” tegasnya.
Senada dengan Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan sejak awal kedua belah pihak memiliki harapan dan keinginan untuk damai.
“Pada intinya, keduanya ingin damai dan hari ini bisa terwujud. Dan seperti yang disinggung Pak Gubernur, lawan kita sekarang ini adalah Covid-19 dan kemiskinan. Jangan kita habiskan waktu dengan persoalan-persoalan seperti ini,” tukasnya.
Buleleng sudah baik menjalankan program penanganan Pandemi Covid-19, bahkan jadi contoh bukan hanya di Bali tapi diberbagai tempat lain diharapkan dapat segera terbebas dari Pandemi Covid-19.
“Melalui program sinergitas, untuk mengatasi kemiskinan kita akan mencoba menggalakkan bidang pertanian, sehingga masyarakat Bali kedepan bisa mengatasi kebutuhan pangannya sendiri,” tandas Pangdam Maruli.
Pangdam juga berharap momentum perdamaian ini bisa menjadi lebih baik dalam berkomunikasi dengan masyarakat terkait penanganan Pandemi Covid-19 dan masalah kemiskinan. (kar)








