
BULELENG – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah, TNI/Polri dan Eksponen Masyarakat, termasuk pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Dengan semangat dan keilmuan yang dimiliki, kaum muda Indonesia wajib mengambil perannya dalam menghadapi Pandemi Covid-19.
“Jangan pasrah apalagi menyerah, pemuda harus mengambil peran dalam menghadapi Pandemi Covid-19, mulailah dari tempatmu berada, gunakan yang kau punya, lakukan yang kau bisa,” tandas I Wayan Lesmawan, Sabtu, 31 Juli 2021 saat menjadi satu narasumber Webiner Nasional bertajuk ”Pandemi, Pemuda Harus Bagaimana ?’ yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Yonmenwa B-920/Jayastamba Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Pada Webnas serangkaian HUT Ke-76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indinesia yang juga menghadirkan narasumber pakar komunikasi publik, Aqua Dwipayana, Wakil Rektor II Undiksha Singaraja menyampaikan benih baik yang bisa dilakukan pemuda dalam menghadapi Covid-19.
“Dengan menyitir pidato Bung Karno, The Founding Father, Beri Aku 1000 Orang Tua Niscaya Akan Kucabut Semeru dan Akarnya, Beri Aku 10 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia, saya termotivasi untuk berbagi tentang delapan benih baik yang bisa dilakukan pemuda,” jelasnya.
Iman dan imun yang baik, merupakan pintu pertama dan utama menyatakan jati diri agar mampu mengambil peran nyata dalam penanganan Pandemi Covid-19. Dengan semangat dan keilmuan yang dimiliki, lanjut Lasmawan, lakukan inovasi dan kembangkan kreatifitas untuk membantu diri sendiri dan lingkungan sekitar.
“Lakukan tindakan nyata mulailah dengan hal-hal kecil untuk percepatan penanganan Pandemi Covid-19. Yang ke empat, jadilah influenser bagi kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan prokes dan betapa berbahayanya Covid-19,” terangnya.
Jadilah role model ketaatan terhadap kebijakan pemerintah dengan disiplin serta konsisten mulai dari diri dan lingkungan.
“Jadilah agen perubahan bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Karena sejatinya, kita tidak pernah menjadi generasi muda bila tidak mampu mewarnai diri dan lingkungan dengan benih kebaikan,” tegasnya.
Senada dengan Lasmawan, pakar komunikasi publik Aqua Dwipayana juga menyatakan pintar saja tidak cukup karena orang pintar cendrung sombong, padahal sombong sangat sulit untuk sukses.
“Sehingga karakter sangat penting dan mari menjadi pemuda yang berkarakter di tengah pandemi,” ungkapnya.
Dengan jiwa kreatif, kaum muda harus berperan sebagai aktor pembangunan hadapi pandemi.
“Sigap dan siap dalam chek kesepatan, kaum muda harus bersatu dan berperan besar menjadi pioner di masa pandemi Covid-19, bagimana pemuda hari ini bisa menjadi contoh penerapan protokol kesehatan dilingkungan masing-masing,” tandas Aqua. (kar)








