
Nyaris kosong karena perubahan skema distribusi oleh Pemprov, stok oksigen di RSUD Buleleng akhirnya terpenuhi
BULELENG – Stok Oksigen di RSUD Kabupaten Buleleng nyaris kosong. Kekosongan stok oksigen disebut-sebut akibat pengalihan skema pemustaan distribusi oksigen dari Banyuwangi oleh pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Perubahan skema membuat, distribusi oksigen yang mulanya langsung dari Banyuwangi ke Singaraja, harus melalui Provinsi Bali.
Tak hanya jalur distribusi, quota jumlah oksigen juga diberikan kepada Kabupaten/Kota juga diatur oleh pihak Provisi Bali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi Selasa, 20 Juli 2021 petang, tidak menampik hal tersebut.
“Kemarin sore sempat terjadi kehabisan stok oksigen di RSUD Buleleng karena kiriman oksigen dari Banyuwangi dirubah skemanya oleh Provinsi,” ungkapnya.
Sesuai skema provinsi, semua oksigen dari agen rekanan yang ke Bali diatur oleh provinsi. “Sehingga beberapa pengiriman oksigen yang mestinya ke Buleleng dibawa ke Denpasar,” tandasnya.
Untuk menjaga stok oksigen di RSUD Buleleng, kata Suyasa, pihaknya langsung melakukan kordinasi dengan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
“Kemarin kami sudah koordinasi dengan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, sementara Pak Bupati langsung dengan Pak Gubernur Bali, dan akhirnya Buleleng diijinkan terima 2 ton oksigen, dibawa langsung ke Buleleng dari Banyuwangi. Saat ini posisi stok oksigen cukup di RSUD Buleleng untuk melayani pasein Covid-19,” pungkasnya.(kar)








