
TABANAN – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tabanan meningkat tajam. Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan sampai Selasa 20 Juli 2021, ada penambahan kasus baru sebanyak 110 orang, sembuh hanya 35 orang dan meninggal lima orang. Banyak diantara mereka mengalami gejala sedang dan berat, sehingga harus dirawat di rumah sakit salah satunya BRSU Tabanan.
Akibat lonjakan kasus katagori berat ini, 78 bed yang tersedia di ruang isolasi penuh terisi. Akibatnya, enam pasien baru terpaksa dirawat di UGD. Hal lain yang juga harus diantispasi yakni mulai menipisnnya stok oksigen.
“Sebanyak 78 bed yang disiapkan khusus untuk merawat pasien positif Covid-19, hingga hari ini sudah dalam kondisi penuh. Bahkan, enam pasien baru masih dirawat di ruang UGD,” ungkap Direktur BRSU Tabanan dr I Nyoman Susila, Selasa 20 Juli 2021.
Pihaknya hanya bisa melakukan koordinasi dengan rumah sakit lainnya yang kemungkinan masih memiliki ketersediaan bed.
“Dari 78 bed yang kami siapkan di tiga lantai ruang isolasi sudah penuh, kami masih terus koordinasi dengan rumah sakit lainnya untuk ketersediaan bed,” tandasnya.
Tak hanya ketersediaan bed yang mulai penuh, untuk oksigen juga sudah mulai menipis. Meski diakuinya sejauh ini masih aman untuk kebutuhan sampai Rabu malam saja. “Persediaan oksigen cukup sampai besok saja dan kami sudah terus memesan,” katanya.
Dengan kondisi yang dialami pihak rumah sakit saat ini, dr. Nyoman Susila hanya berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.
“ Kalau memang tidak sangat penting, lebih baik diam di rumah saja, apalagi sudah 18 petugas kami di BRSU Tabanan juga sudah terpapar, kalau terus seperti ini tenaga kesehatan bisa kewalahan,” sergahnya.

Kondisi serupa juga terjadi di UPTD RS Nyitdah Kediri. Dari 40 bed yang ada, hanya efektif 30 bed dan itupun 29 bed sudah terisi. Sedangkan 10 bed lainnya belum bisa digunakan lantaran berada di ruangan yang masih rusak seperti kamar mandi tidak bisa digunakan dan ada juga bocor.
“Saat ini untuk ruangan itu masih tahap perbaikan ruangan agar 10 bed sisanya bisa digunakan kembali,” ungkap Kepala UPTD RS Nyitdah, dr. Nyoman Wisma Berata.
Untuk ketersediaan oksigen kata Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan ini, sistemnya cepat-cepatan memesan di Provinsi Bali. Karena saat ini hampir di seluruh rumah sakit, rata-rata keluhan pasien sesak.
“Kami harus cepat cepatan memesan oksigen ke Provinsi Bali, Tak Boleh kosong sama sekali,” pungkasnya. (jon)








