
BULELENG – Paska sidak apotik, toko obat, toko seluler serta agen oksigen yang digelar Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Nyoman Sutjidra bersama Forkompinda, sejumlah instansi dan institusi terkait mulai bergerak. Direksi RSUD Kabupaten Buleleng bersama Distributor Oksigen Bali, langsung melaksanakan pengisian maksimal tanki oksigen yang ada di RS milik Pemkab Buleleng.
“Untuk menjaga stok, tadi RSUD Buleleng sudah melakukan pengisian oksigen pada tanki induk,” ungkap Kabiddatainformasi Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan, Jumat, 16 Juli 2021.
Suwarmawan yang juga Kadiskominfosanti Buleleng menandaskan dengan penambahan stok oksigen di RSUD Buleleng, penanganan pasien diharapkan tidak mengalami kendala.
“Termasuk ketersediaan obat-obatan yang masih dalam pembahasan oleh Dinkas Bali, melibatkan Dinkes se-Bali, BPOM dan instansi terkait lainnya. Kami harapkan, ketersediaan obat-obatan untuk penanganan pasien Covid-19 segera bisa terpenuhi,” tandas Suwarmawan.
Disebutkan, ketersediaan obat-obatan dan oksigen, sangat dibutuhkan dalam penanganan pasien terkonfirmasi dan kasus meninggal dunia yang saat ini cendrung meningkat.
Mantan Kabaghumas dan Protokol Setda Buleleng ini memaparkan, sesuai data informasi tim medis tanggal 16 Juli 2021, penambahan kasus konfirmasi baru sebanyak 125 orang, tersebar pada 9 kecamatan di Kabupaten Buleleng.
“Paling banyak terjadi di Kecamatan Buleleng 48 kasus, Sawan sebanyak 20 kasus dan Kecamatan Seririr 16 kasus. Sementara pasien dinyatakan sembuh sebanyak 53 orang dan pasien masih dalam perawatan medis atau isolasi sebanyak 720 orang,” jelasnya.
Kasus meninggal dunia sebanyak 5 orang dengan rincian 2 orang dari Kecamatan Buleleng, 2 orang dari Gerokgak dan 1 orang dari Sukasada.(kar)








