
TABANAN- Kasus positif Covid-19 di Taban terus meningkat. Kebutuhan ruang perawatan bagi pasien Covid-19 juga meningkat. Bahkan sampai Rabu 14 Juli 2021, kemarin tingkat keterisiannya ruang isolasi rumah sakit di Tabanan sudah mencapai 72 persen.
Kemungkinan menambah ruang isolasi dan tempat tidur bagi kasus yang bergejala tengah diupayakan pemerintah Tabanan. Setidaknya lagi 30 tempat tidur akan ditambah dengan mengembangkan ruang isolasi di BRSU Tabanan sebgai salah satu rumah sakit rujukan.
“Kalau mendesak sekali, kami upayakan menambah lagi 30 tempat tidur di Rumah Sakit Tabanan,” ujar Sekretaris Daerah Tabanan I Gede Susila, Kamis 15 Juli 2021.
Dia menyebutkan, saat ini tingkat keterisian ruang isolasi di seluruh rumah sakit di Tabanan sudah 72 persen, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.
“Kalau daya tampung masih memungkinkan. Sampai kemarin Rabu 14 Juli 2021 tingkat keterisiannya 72 persen di semua rumah sakit,” sebutnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr I Nyoman Suratmika menambahkan, tingkat keterisian 72 persen dari 165 tempat tidur non-ICU di seluruh rumah sakit di Tabanan dan enam tempat tidur ICU di Rumah Sakit Tabanan itu menandakan terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi positif. Karena sebelumnya, tingkat keterisian hanya berada pada rentang 30 sampai dengan 60 persen. “Jumlah pasien meningkat sejak dua minggu terakhir,” katanya.
Kalaupun terjadi peningkatan kebutuhan, upaya penambahan ruang dan tempat tidur isolasi akan terus ditempuh.
“Kalau ada penambahan lagi bisa dikembangkan bisa jadi 200 tempat tidur,” pungkasnya. (jon)








