
TABANAN – Tim Yustisi gabungan dari unsur Pemkab Tabanan, Polres Tabanan, dan Kodim 1619/ Tabanan melakukan pengawasan di areal pertokoan Jalan Gajah Mada , Senin 12 JUli 2021. Satu per satu pertokoan yang masih kedapatan buka dan masuk dalam sektor non esensial diminta tutup sementara selama diberlakukannya PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021 mendatang. Namun sebagian warga mengeluhkan karena merasa ada perbedaan karena mereka sama-sama cari makan.
Pantauan di lokasi, tim gabungan menyusuri seluruh pertokoan di areal Jalan Gajah Mada Sejumlah toko yang termasuk non esensial dan kedapatan masih buka diminta untuk tutup sementara. Salah satunya adalah toko skin care, toko plastik, toko pakaian dan beberapa toko lainnya. Petugas sempat berdebat dengan beberapa pemilik toko. Namun pemilik toko akhirnya menurut langsung menutup toko dan petugas kembali memasang stiker di pintu toko yang diminta tutup segera.
Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba mengatakan, sejak Minggu 11 JUli 2021 malam, tim gabungan telah melakukan kegiatan pengawasan untuk memberitahukan kebijakan sesuai Inmendagri nomor 18 tahun 2021 tentang PPKM Darurat serta Surat Edaran Gubernur. Pihaknya memasang stiker di wilayah Tabanan untuk penutupan toko yang masuk kategori non esensial. Total ada 60 stiker sudah dipasang.
“Kami menindaklanjuti terkait usaha yang kategori non esensial harus tutup total atau tak boleh buka selama pelaksanaan PPKM Darurat ini hingga 20 Juli 2021,” kata Sarba, Senin 12 Juli 2021.
Sejak diberlakukan kebijakan tersebut, kata dia, di lapangan diketahui ada usaha yang dimaksud masih buka. Sarba memaklumi kondisi tersebut kemungkinan masyarakat masih belum mengetahui kebijakan tersebut. Sehingga, pihaknya melakukan monitoring ke lapangan langsung dan meminta yang masih buka untuk tutup.
“Sejak diberlakukan, saya lihat masih banyak yang buka tapi kami maklumi mungkin masyarakat belum tahu. Tapi kami akan kunjungi ke lapangan untuk memberikan pemahaman ,” ungkapnya.
Sarba mengaku mendapat banyak pertanyaan dari para pedagang terkait penerapan kebijakan ini. Pasalnya ada pembedaan karena mereka mengaku sama-sama mencari makan. Dia menjelaskan, semua toko yang menyediakan bahan pokok boleh buka, sedangkan untuk lainnya yang termasuk non esensial untuk sementara ditutup.
“Kami paham sekali situasi sulit saat ini, tapi akan lebih berbahaya jika ini dibiarkan. Karena saat ini aktivitas masih tinggi sehingga nantinya bisa menimbulkan kerumunan dan kemungkinan penularan lebih tinggi,” kata Sarba.
Dia mengajak semua masyarakat agar bersama-sama untuk melawan pandemi ini agar segera berlalu. Kemudian untuk sektor esensial yang masih dibolehkan buka agar menerapkan prokes yang sangat ketat.
“Nanti akan saya tindak tegas jika mereka tak menerapkan protokol kesehatan. Kami melakukan edukasi dan juga penertiban juga jika tidak mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya. (jon)








