
TABANAN – Kabar berhembus yang menyebutkan akan dilakukan mutasi memang terdengar beberapa hari belakangan di Tabanan. Banyak yang tidak percaya karena Bupati Tabanan belum genap menjabat enam bulan setelah pelantikan. Mutasi ternyata digelar Jumat 9 Juli 2021. Pelantikan pejabat dilakukan tertutup di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, ada enam pejabat eleson IIb yang dilantik dan diambil sumpah Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Seperti sudah diduag ada dua pejabat penting yang akan digeser yakni Kepala Bapelitbang IB Wiratmaja yang ternyata masuk dok menjadi staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan yang lowong. Kepala Bapelitbang kini dijabat I Gede Urip Gunawan yang sebelumnya Kepala Inspektorat. Satu lagi pejabat yang sempat santer akan digeser yakni Kepala Bakeuda I Dewa Ayu Sri Budiarti ternyata benar. Sri Budiarti digeser menjadi Kepala Dinas Perpusatakaan dan Arsip menggantikan I Wayan Kotio yang dipercaya sebagai Asisten II Setda Tabanan Ekonomi dan Pembangunan.
Pejabat yang bergeser tentu saja asisten II , AA Dalem Trisna Ngurah yang didapuk sebagai Kepala Bakeuda, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra sudah pasti diberikan kepada AA Ngurah Satriya Tenaya yang sebelumnya sudah diangkat menjadi Plt.Posisi Kepala Kepala Inspektorat selanjutnya diisi Kadis Kebudayaan IGN Supanji. Posisinya digantikan I Wayan Sugatra sehingga Kepala BKPSDM dibiarkan lowong yang kemungkinan akan dilelang.
Di jajaran eselon IIIA juga banyak terjadi pergeseran. Tercatat sebanyak 43 pejabat dilantik secara virtual. Kabag Humas dan Protokoll I Wayan Ridia menjadi sekretaris Dinas Kesehatan yang lowong. Posisinya digantikan I Gusti Putu Winiantara yang sebelumnya bertugas di Kominfo. Yang menarik justru terjadi bedol desa di Bakedua, karena sekretaris Bakeuda Ni Wayan Mariati juga digeser. Dia bertukar posisi dengan sekretaris Satpol PP I Wayan Arimbawa. Begitupun dengan di Bapetlibang banyak pejabat terpental.
Sekretaris BKPSDM Mahadi Santi Dewi juga digeser menjadi sekretaris Dinas Perhubungan yang lowong. Ni Wayan Primayani yang sebelumnya Kabid Perdagangan di Disperindag menjabat Kabag Keuangan Setda Tabanan dan I Nyoman Sastra Wibawa sebelumnya Sekcam Tabanan menjabat Kabag Umum Setda Tabanan.

Usai pelantikan Sekda I Gede Susila menegaskan, mutasi tersebut sudah sesuai aturan dan dipastikan berlanjut. Dikatakan, seperti dalam arahannya, bupati ingin semua pejabat dan ASN di Tabanan mampu menerjemahkan visi misinya
“Proses mutasi ini tentu tidak didasari atas suka tidak suka. Tapi ini berproses dari mekanisme yang ada. Mulai dari assesment lanjut persetujuan Komite Aparatur Sipil Negara ( KASN) serta adanya rekomendasi Kemendagri ,” jelasnya.
Disinggung mengenai ketentuan tidak ada mutasi paling cepat enam bulan setelah pelantikan kepala daerah, Susila tidak memungkirinya. Namun dia menegaskan, mutasi tersebut sudah sesuai prosedur. Memperoleh persetujuan KASN dan izin atau rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri.
“Rekomendasi dari Kemendagri baru berapa hari saja turun. Kalau nggak begitu mana berani kami lakukan mutasi,” pungkasnya. (jon)








