
BULELENG – Nasib malang bercampur haru, dialami pasangan suami istri (pasutri) Agus Supandi (32) dan Risqi Amaliyah (25) asal Desa/Kecamatan Sepekan, Madura, Jawa Timur. Pasutri yang selama 9 hari menjalani isolasi mandiri di Penginapan Mustika – Celukan Bawang, harus menjalani kondisi dilematis.
Malangnya, saat menjalani Rapid Tes Antigen di Pelabuhan Laut Celukan Bawang, Supandi menunjukkan hasil positif sehingga harus melanjutkan isolasi. Harunya, Amaliyah yang hasil Rapid Test Antigennya negatif, justru mengalami kontraksi kandungan sehingga langsung dirujuk ke RSU Santi Graha. Setelah menjalani perawatan, Amaliyah melahirkan seorang putri secara normal dan sehat. Mirisnya, meskipun biaya persalinan ditanggung pemerintah dari program JKN-KIS, untuk pulang ke Sepeken, Amaliyah yang tidak punya kerabat di Buleleng, masih harus menunggu masa isloasi suami selesai, sementara bekal hidup sudah tidak ada.
Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, dikonfirmasi Selasa, 6 Juli 2021 disela-sela pemantauan Percepatan Vksinasi Usia 12-17 tahun di SMA Negeri 1 Singaraja, membenarkan kondisi tersebut. Suyasa menjelaskan, berdasarkan laporan Camat Gerokgak, Made Juartawan, Kadinsos Putu Kariaman Putra dan Kadis Kominfosanti, Ketut Suwarmawan, pasutri asal Sepekan Madura tiba di Buleleng melalui Pelabuhan Celukan Bawang, 28 Juni 2021 lalu.
“Pasutri ini datang ke Buleleng untuk memeriksakan kandungan yang berumur 8 bulan. Saat Tes Rapid Antigen, yang perempuan hasilnya positif, sementara yang laki-laki negatif, sehingga diisolasi di RSUD Buleleng. Tanggal 4 Juli 2021 di rapid tes lagi, hasilnya masih positif sehingga diminta menjalani isolasi mandiri. Mereka isolasi mandiri di Penginapan Mustika Celukan Bawang, biaya sendiri,” tandas Suyasa seraya menyebutkan, Selasa, 6 Juli 2021 kembali di rapid karena akan pulang ke Sepekan.
Hasilnya, kata Suyasa, yang laki-laki dinyatakan positif sementara yang perempuan hasilnya negatif, sehingga yang laki-laki harus menjalani isolasi mandiri.
“Mungkin yang bersangkutan terkonfirmasi karena berinteraksi dengan istri yang sebelumnya postitif. Sementara yang perempuan, usai rapid test, kandungannya mengalami kontraksi sehingga dirujuk ke RSU Santi Graha,” ungkapnya.
Setelah mendapat perawatan medis, persalinan yang bersangkutan berlangsung lancar dan melahirkan bayi perempuan dengan selamat.
“Yang bersangkutan diantar dengan Ambulance Puskesmas Grokgak oleh Bidan Desa, seluruh biaya perzalinan dan perawatan bayi di rumah sakit dibantu Dinkes melalui dana Jampersal, karena yang bersangkutan peserta JKN-KIS,” terangnya.
Sementara untuk kebutuhan hidup yang berangkutan selama menunggu masa isolasi suami, dibantu Tim Peduli Sosial Dinsos Kabupaten Buleleng,” pungkasnya.(kar)








