
MANGUPURA – Setelah berjalan sepanjang bulan Juni, Bulan Bung Karno III yang diisi dengan berbagai kegiatan baik bakti sosial dan berbagai lomba yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Bali untuk tetap menggelorakan serta membangkitkan nilai-nilai heroik sang proklamator. Pada Rabu (30/6) Peringatan Bulan Bung Karno ditutup Sekda Provinsi Bali I Dewa Made Indra di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Abian Kapas Denpasar.
Acara yang dilaksanakan dengan prokes ini turut dihadiri Bendesa Agung Majelis Desa Adat Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Forkopimda Provinsi Bali, OPD di lingkungan Provinsi Bali, bupati/walikota se-Bali, dari perguruan tinggi negeri/swasta, para kepala sekolah serta para pemenang lomba. Pada kesempatan tersebut Bagus Komang Satria dari SMAN 1 Kuta Utara, Duta Kabupaten Badung meraih Juara 2 Pidato aktualisasi nilai-nilai Pancasila.
Usai mengikuti penutupan Bulan Bung Karno III, Sekda Adi Arnawa mengatakan banyak yang bisa diteladani dari Bapak Proklamator Bangsa Indonesia yaitu Bapak Sukarno, ini harus tetap terpatri dalam jiwa anak muda penerus bangsa ini.
“Apa yang telah diraih oleh Duta Kabupaten Badung, Bagus Komang Satria dalam Bulan Bung Karno III tentu kami merasa bangga dan memberikan apresiasi. Ini contoh gambaran anak milenial yang mampu menerjemahkan nilai-nilai luhur dari perjuangan Bapak Proklamator untuk membangun negeri ini. Banyak yang bisa kita petik dan contoh serta yang ditauladani pemikiran-pemikiran beliau dan bisa kita implementasikan dan kita tuangkan dengan hal hal yang positif untuk membangun anak bangsa dan negeri ini kedepan,” ujarnya.
Dikatakan lebih lanjut peraihan penghargaan ini dapat menjadi teladan bagi insan dan pelajar yang lainnya di Badung untuk berkarya dan membangun Badung yang lebih baik kedepannya.
“Kami Pemerintah Kabupaten Badung tentu sangat mendukung hal-hal positif dan baik untuk membangun para insan yang kuat dan bermartabat di segala bidang untuk Badung kedepan. Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawannya,” pungkasnya.(lit)








