
BADUNG – The Nusa Dua – ITDC terus bergerak menjadikan Pulau Nusa Dharma sebagai pulau yoga dan meditasi sebagai bagian dari pengembangan konsep wellness tourism atau wisata kebugaran.
“Mungkin ini adalah satu-satunya di dunia dan itu menjadi value kita,” kata Managing Director The Nusa Dua – ITDC I Gusti Ngurah Ardita, Minggu 20 Juni 2021.
Didukung panorama hijau dan dikelilingi laut, Ardita meyakini Pulau Nusa Dharma di lahan seluas kurang lebih tiga hektarberpotensi untuk itu, meskipun masih memerlukan beberapa sentuhan penataan.
“Dalam masterplan ITDC, Pulau Nusa Dharma sudah dipersiapkan untuk yoga dan meditasi. Bahkan, desainnya sudah kita buatkan. Ke depan, kita akan lakukan cut and fill dahulu agar area ini jadi lebih rata,” ungkapnya.
Ditanya kapasitas, Pulau Nusa Dharma bisa diisi oleh 500-an orang untuk yoga. Namun, karena pandemi Covid-19, tempat dibatasi hanya 150 orang dalam sekali moment.
Seperti yoga yang diselenggarakan atas kerjasama antara Konsulat Jenderal India, The Nusa Dua – ITDC, dan Yoga Mantra Bali pada Minggu 20 Juni 2021. Peserta kegiatan dalam rangka Hari Yoga Internasional (IDY) ke-7 itu dibatasi 150 orang. “Kami berharap Pulau Nusa Dharma dapat dikenal sebagai area kegiatan yoga dan meditasi, yang nantinya dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Nusa Dua,” ujar Konsul Jenderal India Bali Prakash Chand. (adi)








