
TABANAN – Pemerintah pusat merencanakan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilakukan mulai awal tahun ajaran 2021-2022 tepatnya mulai Bulan Juli 2021 ini. Terkait hal tersebut Komisi IV DPRD Tabanan kembali melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin 31 Mei 2021. Dalam kesempatan tersebut Dewan mendorong agar PTM segera dilaksanakan, sesuai dengan SKB empat menteri.
“Kami memang mengajukan seluruh sekolah menggelar PTM mulai Juli. Telaahan staf juga sudah disampaikan ke pimpinan (Bupati). Kami masih menunggu arahan pimpinan,” tandas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra, Selasa 1 Juni 2021.
Nyoman Putra mengatakan, pihaknya memang mengusulkan PTM dilakukan di seluruh Tabanan. Hal tersebut juga sesuai dengan SKB empat menteri bahwa PTM harus digelar mulai Bulan Juli ini. Pihaknya juga telah membuat telaahan staf dan sudah disampaikan ke pimpinan (Bupati) melalui Sekda.
Selain itu, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi terutama semua guru harus sudah divaksin. Di Tabanan sendiri kata Nyoman Putra, sebagian besar guru sudah mendapatkan vaksin tahap I, sementara untuk tahap II, dipastikan tidak bisa tuntas di bulan Juni ini, karena butuh waktu rentang dua bulan. Diharapkan PTM bisa digelar di zona hijau, namun pihaknya mengusulkan seluruh sekolah.
“Dewan khususnya komisi IV memang mendorong agar PTM digelar mulai Juli ini,” kata Mantan Kabag umum Setwan.
Dalam PTM nanti, dilakukan dalam dua shift setiap kelasnya, tentua menyesuaikan dengan jumlah kelas yang dimiliki setiap sekolah. Setiap ruangan akan hanya terisi 50 persen dari total daya tampung setiap shift-nya. Begitupun sistem pembelajaran diubah dan disederhanakan. Hanya 90 menit untuk tiga jam mata pelajaran setiap shift. “Kalau memang PTM digelar, kami sudah menyiapkan sistem dan polanya, sehingga sesuai dengan aturan protokol kesehatan,” sebutnya.
Sementara itu Ketua komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana dengan tegas mendorong agar PTM digelar mulai Juli ini. Tentu dengan menggelar PTM, harus tetap mengikuti prokes yang ketat. Sekolah wajib menyediakan sarana dan prasarana Prokes seperti alat pengukur suhu, tempat cuci tangan dan kebutuhan prokes lainnya.
“Kami mendorong agar PTM segera digelar bulan Juli, apalagi slajh satu syaratnya guru harus sudah divaksin terpenuhi. Kami akan turun melakukan pengawasan terkait penerapan Prokes di sekolah-sekolah. Pengawasan harus dilakukan dengan ketat, agar sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19,” tegasnya.
Dikatakan, pihaknya mendorong segera dilakukan PTM karena melihat fakta di lapangan, siswa mengalami psikologis yang kurang bagus dalam proses belajar mengajar. Anak-anak tidak pernah bertemu dengan guru atau temannya terutama mereka yang baru masuk di kelas I. Padahal anak didik harus mendapatkan pendampingan langsung dari guru agar mampu membaca dan menulis dengan baik. Begitupun dengan siswa lainnya juga tidak pernah bertemu secara langsung dengan guru hanya lewat daring.
“Beban psikologi anak-anak sangat besar saat pembelajaran daring, makanya kami mendorong segera dilakukan PTM,” tandasnya.
Pihaknya berterima kasih kepada Dinas Kesehatan, karena sudah memfasilitasi vaksinasi Covid-19 seluruh pendidik dan tenaga kependidikan , sehingga PTM dapat segera digelar mulai Bulan Juli saat tahun ajaran baru dimulai. (jon)








