
BULELENG – Setahun lebih Pandemi Covid-19 berlangsung di Tanah Air Indonesia. Terpuruk, merupakan suasana keseharian yang telah dialami bahkan dinikmati sebagai bentuk adaptasi dengan Pandemi Covid-19. Tak hanya hari ini, daya tahan atau imunitas putra putri bangsa dalam menghadapi wabah, endemi, pandemi, bahkan penjajahan sekalipun telah teruji. Bahkan, jauh sebelum masa perjuangan dan kemerdekaan dengan satu semangat ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ dari sosok ibu yang bernama Raden Ajeng Kartini.
“Mungkin ibu kita sama ya, sehingga ada lagu Ibu Kita Kartini yang dibuat Ibu Sud (pengarang lagu,red),” ungkap Ni Luh Hesti Ranitasari dan tujuh wanita hebat, anggota DPRD Buleleng, Rabu, 21 April 2021 sebelum berangkat kunjungan kerja.
Meski berlatarbelakang dari beragam partai politik (Parpol), Ranitasari (Demokrat), Ni Made Putri Nareni dan Ni Ketut Windrawati (Nasdem), Luh Marleni (Gerindra), serta Ni Made Turkini, Luh Sri Seniwi, Ni Made Lilik Numaningsih dan Ni Luh Srisami (PDIP) menyatakan Pancasila Idiologi, Habis Gelap Terbitlah Terang (HGT2) semangat menghadapi Pandemi Covid-19.
“Sebagai wanita, kita harus bisa menjaga dan membantu keluarga untuk penguatan ekonomi dari skup kecil. Bergandengan tangan serta dengan semangat HGT2, kita pasti menang melawan Covid-19 dan terbebas dari Pandemi,” tandas Ranitasari meyakinkan.
Turkini, Lilik Nurmiasih, Srisami dan Sri Seniwi menambahkan, Hari Kartini merupakan momentum bagi kaum perempuan untuk bangkit dan tetap semangat, memotivasi keluarga ditengah Pandemi Covid-19.
Dengan semangat HGT2, Turkini mengajak kaum perempuan untuk bangkit dan semangat menjadi motor penggerak keluarga.
“Saat ini, perempuan tidak hanya di dapur, sumur dan kasur, tapi juga harus bisa sebagai kepala keluarga, tanpa melupakan kodrat. Menjadi panutan anak-anak, pendamping suami yang setia, pejuang dalam rumah tangga, masyarakat, bangsa dan negara, terutama dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” tegas Turkini dibenarkan Putri Nareni.
Wakil Ketua DPRD Buleleng ini menandaskan, Kartini mewariskan nilai kecerdasan kaum perempuan untuk terbebas dari belenggu diskriminatif.
“Melawan Covid-19 harus dengan kecerdasan, kesadaran dan kebersamaan. Bukan senjata, 3M untuk masyarakat, 3T bagi pemerintah dan adaptasi tatanan kehidupan era baru sebagai senjata terampuh melawan Covid-19,” pungkasnya. (kar)








