
BULELENG – Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Buleleng membahas sekaligus mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan polemik pengelolaan parkir serbagaimana dikeluhkan Krama Desa Adat Banyuasri. Setelah mendengar penjelasan pihak terkait, dewan memutuskan mengeluarkan rekomendasi untuk mengakhiri persoalan antara Perumda Pasar Arga Nayottama dengan Krama Banyuasri yang selama ini ditugaskan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng mengelola parkir Pasar Tumpah Terminal Banyuasri.
“Setelah mendengar penjelasan, argumen dan usul saran dari semua pihak, kami dari dewan sepakat untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah,” tandas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Susila Umbara, Jumat, 16 April 2021.
Susila menegaskan rekomendasi di keluarkan dewan khusus untuk pengaturan parkir di luar Areal Pasar Banyuasri.
“Kami rekomandasikan kepada pemerintah daerah agar mengalihkan lahan parkir pedagang bermobil ke lambung barat Terminal Banyuasri sehingga warga yang selama ini dipekerjakan Dishub bisa kembali mengelola parkir dengan sistem upah pungut sesuai SPK yang dikeluarkan Dihub Buleleng, sementara retribusi pasarnya tetap dikelola Perumda Pasar. Rekomendasi Win-win solusi ini, semua pihak bisa berperan tanpa ada yang dirugikan,” tegasnya.
Terhadap rekomendasi tersebut, Dirut Perumda Pasar Arga Nayottama, Made Agus Yudi Arsana menyatakan belum bisa bersikap karena masih harus berkoordinasi dengan Badan Pengawas dan Bupati Buleleng selaku owner Perumda Pasar Arga Nayottama.
“Kami belum bisa memutuskan,karena harus berkordinasi dulu dengan Badan Pengawas dan Owner. Apapun keputusan owner, kita laksanakan,” tukasnya.
Sementara Wakil Kelian Desa Adat Banyuasri, Ketut Sadwika mengapresiasi rekomendasi DPRD Buleleng sebagai ‘Win-win solusi’, penyelesaian cukup adil terhadap persoalan yang terjadi.
“Keinginan krama hanya ingin tetap dipekerjakan, di Terminal Banyuasri, mengelola parkir kendaraan Pedagang Pasar Tumpah sejak 13 tahun lalu, sebelum Pasar Banyuasri di revitalisasi. Bukan memungut retribusi dari aktifitas perdagangan,” pungkasnya. (kar)








