
BULELENG – Adanya aksi pedagang, menggelar dagangan di areal Terminal Banyuasri, tak pelak membuat sejumlah inestor maupun calon investor resah kalau tidak mau disebut ‘ciut nyali’. Upaya berpartisipasi untuk menggenjot investasi usaha di Pasar Banyuasri juga mulai berhitung kembali.
“Kalau tidak ada kepastian atau ketegasan dalam pengelolaan pasar, tentunya banyak investor maupun calon investor yang ragu, berfikir untuk berinvestasi di Pasar Banyuasri Singaraja,” tandas Kepala BPD Cabang Singaraja, I Made Sudarma, Senin, 5 April 2021 usai memantau Kantor Pelayanan Kas (KPK) Pasar Banyuasri.
Penatakelola Pasar Banyuasri, kata Sudarma, hendaknya memberikan kepercayaan kepada investor melalui ketegasan dalam tata kelola pasar.
“Penatakola Pasar Banyuasri harus tegas, menerapkan aturan dan regulasi yang ditetapan dalam mengelola pasar dengan nilai investasi Rp 160 Miliar lebih,” jelasnya.
Sejauh ini, dari hasil pemantauan dan laporan staf yang ditugaskan pada KPK Pasar Banyuasri, transaksi tunai maupun digital sudah mulai dilakukan.
“Terutama oleh nasabah lama. Kami berharap, BPD KPK Pasar Banyuasri bermanfaat bagi UKM terutama pedagang, melakukan transaksi maupun kredit usaha rakyat (KUR),” pungkasnya. (kar)








