
Petugas memeriksa setiap kendaraan yang melintas
TABANAN – Pasca bom bunuh diri di Makassar, petugas gabungan terdiri dari Polisi, TNI, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan melakukan sweeping kendaraan di Jalur By Pas Soekarno tepatnya di Patung Adipura, Senin 29 Maret 2021 petang. Kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi wilayah mencegah ancaman yang tak diinginkan.
Sweeping gabungan yang berlangsung sejam ini dimulai pukul 16.00 WITA. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang mencurigakan dihentikan dan diperiksa ketat petugas. Bahkan pengendara yang kedapatan tak menggunakan helm ataupun masker turut menjadi atensi. Hanya saja mereka tak langsung ditilang melainkan diberikan teguran.
Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Nengah Sudiarta mengatakan kegiatan yang dilakukan ini sebagai upaya menjaga cipta kondisi dalam rangka mencegah aksi teror pasca bom bunuh diri di Makassar. Untuk itu, bersama dengan personil gabungan mulai dari Dinas Perhubungan dan TNI menggelar razia bagi kendaraan yang lewat di pintu masuk kota Tabanan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tidak ditemukan barang mencurigakan. Semua kendaraan yang diperiksa masih membawa muatan tanpa benda mencurigakan.
“Kami lakukan pemeriksaan khusus kendaraan yang dari arah barat atau dari Gilimanuk .Tidak ditemukan barang mencurigakan,” katanya.
Selain melakukan sweeping kendaraan, pihaknya juga menyasar rumah kost yang ada di Tabanan. Bahkan sebelumnya sudah dilaksanakan dan bekerjasama dengan desa adat dan pecalang. “Pencegahan teror untuk menyasar rumah kos sudah dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu pengamanan di Polres Tabanan juga diperketat selain penerapan Prokes. Setiap orang yang masuk atau datang diperiksa dengan ketat dan ditanya maksud kedatangan ke Polres. Pemeriksaan dilakukan petugas provost dan Dalmas bersenjata lengkap.
“Pengamanan Polres memang diperketat,” kata Kompol Sudiarta.
Untuk pengamanan gereja atau obyek vital lainnya, kata mantan Kapolsek Baturiti ini, tidak ada penebalan pasukan atau personil yang berjaga. Pengamanan dilakukan seperti biasa yang rutin dilakukan petugas.
“ Normal. Tidak ada pengamanan khusus, pengamanan dilakukan seperti biasa. Petugas rutin melakukan patroli. Tidak ada bom-pun (gereja) tetap dijaga,” jelasnya.
Pengamanan diperketat juga dilakukan jajaran Polsek Selemadeg Barat. Dipimpin Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Gusti Lanang Jelantik melakukan pengamanan di gereja menjelang hari Paskah 1 April mendatang. Umat yang akan melakukan persembahyangan juga sudah didata dengan baik. Bahkan Polsek akan melibatkan 35 personil untuk pengamanan Paskah. (jon)








