
BULELENG – Pembukaan Pasar Banyuasri dilakukan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Buleleng, secara simbolis dengan pengundian tempat bagi pedagang. Selain mengajak sekaligus mengimbau pedagang agar memanfaatkan pasar dengan nilai investasi sebesar Rp 160 Miliar dengan baik, Bupati Suradnyana juga mengingatkan Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng agar pengelolaan dilakukan secara transparan.
“Hari ini, dengan memperhatikan hari baik sesuai keyakinan Umat Hindu, Pasar Banyuasri secara resmi dibuka. Manfaatkan pasar ini dengan baik, untuk bisa menggerakkan perekonomian, dimanapun tempat yang diperoleh melalui undian, semuanya baik bila dimanfaatkan dengan kreatif dan inovatif,” tandas Suradnyana, Kamis, 18 Maret 2021.
Suradnyana menegaskan, pasar yang dibangun dengan anggaran sangat besar ini harus dijaga dengan baik dan sehingga dapat bermanfaat, seluas-luasnya untuk pedagang, masyarakat dan pemerintah.
“Saya tegaskan, tidak ada lagi permainan, jual beli los pasar oleh oknum,” ujarnya.
Kepada Direksi Perumda Arga Nayottama selaku pengelola pasar sesuai kontrak kerjasama pemanfaatan yang dibuat berdasarkan rekomendasi appraisal serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Denpasar, agar mengelola pasar dengan baik dan transparan.
“Kelola pasar yang menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng ini dengan baik, tidak ada permainan, semua harusnya dikelola transparan. Kalau ada yang main-main laporkan langsung kepada saya,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, I Made Agus Yudiarsana selaku Direktur Utama (Dirut) Perumda Arga Nayottama Pasar Buleleng menyatakan siap melaksanakan amanat bupati. Setelah pengundian tempat di Lantai I untuk Zonasi Los Basah dan Los Kering, pengundian dilanjutkan pada Lantai II berdasarkan zonasi yang ditentukan. “Kami juga mengakomodir usaha kecil dan pedagang musiman yang jumlahnya secara keseluruhan sekitar 488 orang,” ungkapnya.
Pengundian tempat secara bertahap dilakukan hingga tanggal 22 Maret 2021.
“Setelah pengundian, pedagang bisa menyiapkan tempat dan memasukkan barang, sehingga tanggal 25 Maret 2021 sudah bisa beraktivitas penuh,” jelasnya.
Terkait tarif, ditetapkan sesuai zona yakni Ruko di Jalan Ahmad Yani Rp 25 ribu, Areal Terminal serta Jalan Lingga Rp 20 ribu dan Ruko di Jalan Samudra Rp 15 ribu.
“Untuk Los dalam pasar Rp 5 ribu, Kios Rp 7 ribu dan Pasar Tumpah Rp 7 ribu,” pungkasnya. (kar)








