
KLUNGKUNG- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta usai mengikuti telekonference dengan Presiden RI Joko Widodo, Selasa 16 Februari 2021, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya menyampaikan, dalam usulan Kabupaten Klungkung kepada Pemerintah Pusat, Nusa Penida diusulkan agar bisa mengikuti Ubud, Sanur dan Nusa Dua, dijadikan kawasan pariwisata zona hijau Covid-19. Harapannya, pariwisata Nusa Penida dibuka.
Pertimbangan Bupati Suwirta, bukan karena dirinya berasal dari Nusa Penida. Tapi melihat perkembangan pariwisata dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dimana Nusa Penida menjadi prioritas atau destinasi bagi wisatawan mancanegara.
“Selama ini Nusa Penida kan jadi prioritas bagi wisatawan. Setelah pariwista dibuka, saya yakin Nusa Penida tetap akan menjadi prioritas kunjungan wisatawan mancanegara,” kata bupati asal Pulau Ceningan, Nusa Penida ini. Karena itu, sebagai langkah persiapan, dirinya terus mengingatkan warga Nusa Penida taat menjalankan protokol kesehatan. Ia juga mendorong agar vaksinasi Covid-19, warga Nusa Penida mendapatkan prioritas.
“Sebab warga akan berinteraksi ekstrenal, dengan para wisatawan. Jika ada wisatawan yang sudah tervaksin, kemudian OTG (orang anpa gejala), imun tubuhnya masih kuat, bisa saja menularkan kepada warga lokal, ini jadi rawan. Jangan sampai, Nusa Penida jadi tujuan wisatawan, warganya justru belum divaksin,” tandas Suwirta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr Ni Made Adi Swapatni menambahkan, pada tahap kedua pelaksanaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Klungkung secara total sudah menembus angka 27 persen. Adapun kelompok yang sudah divaksin diantaranya, kelompok lansia sudah menembus angka 7,15 persen atau sasaran sebanyak 20.952 orang dan sudah divasksin sebanyak 1.498 orang.
Kelompok pelayan publik, sasarannya sebanyak 14.188 orang sudah tervaksin sebanyak 2.835 orang atau 19,98 persen.”Untuk tahap kedua ini, target kami Juni mendatang sudah tuntas,” imbuh Adi Swapatni. (yan)








