DenpasarTerkini

PHDI : Pelaksanaan Catur Berata Nyepi Lebih Berkualitas

DENPASAR – Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. Gusti Ngurah, M.Si menyebutkan kualitas pelaksanaan Catur Berata Penyepian yang dilaksanakan umat Hindu di Bali dari tahun-ketahun semakin meningkat dan lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya. Penegasan itu disampaikan Ketua PHDI Bali Gusti Ngurah Sudiana saat dikonfirmasi via telepon saat menjelang keberangkatan menuju Medan, Senin 15 Maret 2021.

Menurut Ngurah Sudiana, pelaksanaan Catur Berata Penyepian yang dilaksanakan umat Hindu khususnya di Bali semakin berprestasi dan semakin bagus. Namun, kedepan harus tetap disempurnakan lagi dari tahun sebelumnya sehingga pelaksanaan dalam teori diaplikasikan dalam prakteknya.

“Nyepi telah menjadi ikon, masyarakat Bali dengan keberagaman yang ada mampu menjaga toleransi dan taat dalam melaksanakan serta meningkatkan sradha bhaktinya,” ujar Ngurah Sudiana.

BACA JUGA:  Rektor Prof. Sudarsana Tekankan Gelar bukan Akhir Perjalanan

Perayaan Nyepi di Bali dari tahun ketahun juga menjadi perhatian masyarakat luar untuk berwisata ke Bali. Meski ditengah pandemi, banyak wisatawan nusantara berdatangan ke Bali untuk melihat secara langsung pelaksanaan Nyepi.
“Orang luar berdatangan ke Bali ingin menyaksikan dan melihat pelaksanaan Nyepi berjalan lebih baik,” katanya.

Ngurah Sudiana menambahkan, PHDI memberikan apresiasi yang luar biasa kepada jajaran Polda Bali yang telah bergerak cepat mengantisipasi hal-hal yang bisa mengarah terjadikan ketersinggungan masyarakat saat merayakan Nyepi. Disebutkan, H-2 sebelum pelaksanaan Nyepi ada beredar di media sosial (Medsos) yang mengedarkan hujatan dan bisa memancing ketersinggungan .

“Polda telah bergerak cepat dan bisa menangani dengan baik sehingga tidak menyebarluas terjadinya ketersinggungan di Medsos,” sebutnya.

BACA JUGA:  Giri Prasta Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Lewat Rapat Konsultasi DPD RI

Tak kalah pentingnya, Rektor IHDN Bali ini juga menyebutkan peran dari forum kerukunan umat beragama di Bali. Toleransi sangat baik, terbukti, Umat Kristen yang mestinya melaksanakan kebaktian pada Minggu saat Umat Hindu melaksanakan Catur Berata Penyepian, Umat Kristen melaksanakan pada Sabtu. Demikian juga umat Muslim saat melakukan sholat, sama sekali tidak ada suara adzan berkumandang.

“Perayaan Nyepi semakin bagus dan semakin berkualitas antara teori yang ada diaplikasikan dalam praktek ini sangat bagus” pungkasnya sembari menyebutkan, mohon maaf saya harus ke pesawat akan berangkat ke Medan untuk memberikan Dharma Wacana. (arn)

Back to top button