
DENPASAR – Suasana khidmat menyelimuti rangkaian akhir Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu, Selasa (14/7/2026). Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, hadir melaksanakan persembahyangan sekaligus mengikuti prosesi penyineban sebagai bentuk penghormatan dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Penyineban yang bertepatan dengan Anggara Paing Pujut tersebut menjadi penutup rangkaian upacara besar yang telah berlangsung di salah satu pura dang kahyangan yang memiliki nilai spiritual dan historis tinggi bagi umat Hindu Bali.
Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang juga Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya atau yang akrab disapa Turah Joko, menyampaikan bahwa setelah puncak karya dilaksanakan, rangkaian dilanjutkan dengan bhakti penganyar hingga prosesi penyineban yang dipuput oleh Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.
“Melalui sradha bhakti ke hadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya selalu diberikan perlindungan, dijauhkan dari bencana, serta seluruh umat diberikan keselamatan dan kerahayuan,” ujarnya.
Turah Joko juga mengajak seluruh umat yang mengikuti rangkaian karya agar turut menjaga kelestarian alam dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Menurutnya, nilai spiritual dalam sebuah karya tidak hanya diwujudkan melalui persembahyangan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung menjadi momentum penting bagi umat untuk meningkatkan rasa sradha bhakti sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Karya ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu eling dan menjaga keseimbangan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana,” kata Jaya Negara.
Ia berharap rangkaian karya tersebut membawa berkah bagi seluruh umat serta menjadi penguat semangat bersama dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian di Bali.
“Dengan meningkatkan sradha bhakti, mari bersama menjaga keharmonisan Tri Hita Karana agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dalam keseimbangan dan penuh kerahayuan,” pungkasnya. (*)








