
KUTA – Sembilan orang anak jalanan berpenampilan punk diamankan dari sebuah rumah kosong di wilayah perbatasan Badung-Denpasar, Simpang Imbo (persimpangan Jalan Imam Bonjol – Sunset Road), Rabu (10/6/2026). Pengamanan dilakukan atas sinergi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO Kecamatan Kuta, Kepala Lingkungan (Kaling) Abianbase, dan Pecalang Banjar Abianbase.
Seizin Kasatpol PP Badung, Danru Satpol PP BKO Kecamatan Kuta, I Wayan Suantara menuturkan, penggunaan rumah kosong sebagai tempat peristirahatan mereka, sesungguhnya diketahui pada Selasa (9/6/2026). Yakni ketika anggota Satpol PP BKO Kuta melaksanakan penelusuran mendalam atas fenomena anak jalanan yang kerap duduk-duduk dan mengamen di area sekitar Simpang Imbo.
“Setelah kami telusuri, ternyata ada sebuah rumah kosong penuh semak yang dijadikan sebagai tempat tinggal oleh mereka,” ujar Suantara.
Saat dilakukan pengecekan, ditemukan total ada 4 orang anak jalanan di dalam area rumah bersangkutan. Di antaranya ada “wajah lama”, dan ada pula wajah-wajah baru. “Saat kami cek, dua orang sedang asyik bakar ayam di halaman rumah dan dua orang lagi sedang tidur-tiduran di dalam. Ketika diinterogasi, mereka tidak mampu menunjukkan identitas diri, namun mengaku berasal dari Jawa Barat. Katanya di rumah itu mereka hanya hanya sementara, karena rencana akan melanjutkan perjalanan menuju Lombok,” imbuhnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, komunikasi pun langsung dilakukan dengan perangkat lingkungan setempat guna melacak pemilik rumah. Dari koordinasi itu, diketahui bahwa rumah kosong yang terbengkalai tersebut ternyata sedang dalam status objek sengketa. “Orang yang dipercaya untuk mengurus rumah itu sendiri mengaku kaget saat tahu tempatnya disusupi anak-anak jalanan,” kata Suantara.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Satpol PP telah meminta pengelola rumah untuk menutup rapat pagar pembatas. Hal ini dilakukan agar area pekarangan maupun bangunan tidak lagi dimanfaatkan secara tanpa izin oleh pihak luar. Sementara itu, para anak jalanan yang terjaring, telah diberikan pembinaan dan diminta untuk segera meninggalkan rumah bersangkutan.
Namun sehari berselang, mereka ternyata masih menempati rumah bersangkutan. Hal itu terkuak saat pelaksanaan pengecekan ulang kolaborasi Satpol PP, Kaling, serta Pecalang Banjar Abianbase. “Pengecekan kami lakukan bersama-sama pada pagi tadi. Total ada 9 orang yang kami temukan sedang tidur dalam rumah bersangkutan,” bebernya.
Pemeriksaan pun sempat dilakukan kepada kesembilan remaja pria tersebut. Hasilnya, sama sekali tidak ditemukan senjata tajam. Sementara untuk identitas diri, ada yang memiliki dan ada pula yang tidak. “Tidak ada perlawanan, mereka kooperatif. Sesuai SOP, mereka kemudian kami bawa ke Dinas Sosial,” imbuhnya.
Ditanya alasan mereka tidak mengindahkan arahan segera meninggalkan lokasi, Suantara mengatakan bahwa mereka mengaku masih mengumpulkan uang dengan cara mengamen. “Dari dahulu alasan mereka demikian. Katanya mau nyeberang ke Lombok, tau-taunya tidak,” imbuhnya. (adi)








