
BULELENG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buleleng, Rabu (9/12/2020) pagi hingga siang, tidak hanya membuat sejumlah ruas jalan di Kota Singaraja tergenang air setinggi setengah meter. Hujan disertai angin kencang juga membuat gelombang pasang (gelopas), pohon tumbang dan angin puting beliung.
Tumbangnya pohon cukup besar di wilayah Desa Temukus Kecamatan Banjar, bahkan sempat mengakibatkan macetnya arus lalu lintas di Jalur Pantura Bali, kurang lebih sepanjang 2 kilometer. Beruntung, penanganan pohon tumbang dilakukan dengan cepat Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) Buleleng, bersama aparat Polsek Banjar, Relawan Tanggap Bencana Kecamatan Banjar dan warga setempat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa BPBD) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Suadnyana membenarkan adanya bencana tanah longsor, banjir, gelombang pasang dan pohon tumbang tersebut. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, bencana alam akibat hujan yang turun di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng sempat membuat macet Jalur Pantura Bali.
“Macetnya lalu lintas Singaraja-Gilimanuk tepatnya di wilayah Desa Temukus, diakibatkan Pohon Angsana berukuran cukup besar yang tumbang dan menutup seluruh badan jalan,” jelasnya.
Syukur, berkat bantuan aparat kepolisian dari Polsek Banjar dan Satlantas Polres Buleleng serta warga masyarakat setempat, penanganan dapat dilakukan dengan cepat oleh TRC BPBD Buleleng.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemkab Buleleng ini menambahkan, selain Pohon Tumbang diwilayah Desa Temukus, bencana alam yang sama juga terjadi diwilayah Pabean Sangsit Kecamatan Sawan dan Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng.
“Bencana tanah longsor dengan katagori kecil, terjadi pada Jalur Singaraja-Denpasar tepatnya pada kilometer 14 wilayah Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Penanganan langsung dilakukan relawan setempat,” ungkapnya.
Relawan Kecamatan Sukasada juga melaporkan terjadinya Bencana Alam Putting Beliung diwilayah Desa Gitgit.
“Informasi sementara, angin puting beliung menerbangkan atap rumah milik enam warga dan saat ini masih dilakukan pendataan dan penanganan,” pungkasnya. (kar)








