
BULELENG – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, Sabtu, 16 Mei 2026 melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kwartal II Polda Bali dan peresmian Satuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi program Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) Kubutambahan.
Selain memastikan keberlanjutan dari program ketahanan pangan Polri dalam mendukung Swasembada Pangan Tahun 2026, Wakapolda Astawa didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, perwira menengah (Pamen) dan perwira pertama (Pama) Polda Bali serta Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman juga menegaskan kehadiran SPPG Polri dalam menyukseskan program MBG.
“Hari ini kita laksanakan panen raya jagung dan peresmian serentak SPPG-MBG Polri di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia secara daring,” tandas Kabid Humas Polda Bali Brigjen Pol. Ariasandy usai peresmian SPPG-MBG Polri di Kecamatan Kubutambahan.
Kabidhumas Ariasandy mengungkapkan, SPPG-MBG Polri di Kacamatan Kubutambahan merupakan SPPG Polri ke-6 di Kabupaten Buleleng dan SPPG Polri ke-15 di Provinsi Bali yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkara dalam mewujudkan generasi muda yang sehat menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
“Khusus Polri, setiap makanan yang kita akan salurkan itu sebelumnya kita test dulu, ada tim kita dari kedokteran forensik untuk ngecek, makanan ini layak disalurkan atau tidak, memenuhi standar gizi atau tidak. Jadi, kita jamin makanan yang keluar dan disalurkan dari SPPG Polri aman untuk dikonsumsi. Kalau ada keluhan, bisa langsung disampaikan ke SPPG terkait,” tegas Ariasandy dibenarkan Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman.
Kapolres Ruzi Gusman menambahkan, selain menjamin makanan sehat dan layak dikonsumsi, SPPG Polri juga telah bersertifikasi lengkap, termasuk sumber daya manusia (SDM) yang dilibatkan dalam proses penyediaan makanan hingga petugas keamanan.
Ia menambahkan, 4 dari 6 SPPG-MBG Polres Buleleng yang telah beroperasi seluruhnya sudah dilengkapi sertifikasi sebagaimana dipersyaratkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Termasuk SPPG Kubutambahan yang akan melayani 2.985 penerima manfaat, tapi kan belum operasional karena menunggu dana dari BGN. Nanti kita akan laksanakan uji coba distribusi kepada 1.300-an penerima manfaat, tidak hanya anak sekolah SD, SMP dan SMA sederajat, tapi juga ada ibu hamil, ibu menyusui dan lanjut usia. Di Kubutambahan itu sudah mencakup semua penerima manfaat, baik anak sekolah dan B3, ibu hamil, ibu menyusui maupun lansia,” terangnya.
Terkait pengadaan bahan baku, dilakukan SPPG Polri melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik pedagang di pasar, BUMDes dan UMKM.
“Yang sudah berjalan itu, SPPG Polri melakukan kerjasama ke pasar-pasar langsung, BUMDes ada, UMKM juga ada, jadi semuanya kita libatkan. Dengan satu program, semuanya terintegrasi, UMKM nya jalan, BUMDes nya jalan, karyawan menggunakan warga lokal semua, jadi program pemerintah lainnya tersinergi, tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat tapi juga bermanfaat untuk semua, mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” pungkasnya.(kar/jon)








