
TABANAN – Satu orang pendaki gunung I Made Dadia (84) asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Penebel, Tabanan tersesat saat mendaki Gunung Batukau dari Pura Jatiluwih di Banjar Sarinbuana, Desa Wanagiri, Selemadeg, Sabtu (25/4). Dia terpisah dari rombongan yang berjumlah 14 orang saat turun mendahului. Dan sampai Minggu (26/4) belum ditemukan.
Kalaksa BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri ketika dikonfirmasi menjelaskan, pada Sabtu , 25 April 2026 pukul 07.30 Wita rombongan sebanyak 14 orang termasuk I Made Dadia melakukan pendakian Gunung Batukau dari jalur dari Pura Jatiluwih Br. Dinas Sarinbuana, Desa Wanagiri, Selemadeg, Tabanan.
Sekitar pukul 15.00 Wita sebanyak 10 orang rombongan tiba di puncak dan empat orang tertinggal di belakang karena tidak kuat melanjutkan perjalanan.
“Keempat orang tersebut memutuskan untuk kembali duluan ke Pura Jatiluwih,” ucap Srinadha Giri.
Dari keterangan rekannya yang sudah tiba di titik kumpul Pura Jatiluwih, di dalam perjalanan kembali Made Dadia, umur 84 tahun asal Banjar Sigaran, Desa Jegu mendahului.
Sekitar pukul 18.30 Wita sampai di Pura Jatiluwih, tiga rekannya yang kembali tidak ada yang melihat Made Dadia.
Selanjutnya pada sekitar pukul 20.15 Wita semua rombongan tiba di Pura Jatiluwih dan tidak ada yang melihat Made Didia di sepanjang jalur pendakian. Hal tersebut selanjutnya dilaporkan ke aparat.
“Tim melakukan penyisiran dari Sarinbuana sampai pos 2 dan belum ditemukan, pencarian dilanjutkan kembali oleh regu aplusan,” kata Srinadha Giri.
Dalam pencarian korban Dadia, juga melibatkan tim dari Kepolisian, Basarnas serta masyarakat setempat. Namun sampai Minggu sore, yang bersangkutan belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.
Pencarian dihentikan sementara karena sudah sore dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. (jon)








