
TABANAN – Kasus positif mahasiswa Kampus Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) di banjar Samsam II, Desa Samsam , Kerambitan, Tabanan , Bali kembali melonjak. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 sampai Selasa (1/12/2020) ada 23 mahasiswa yang dinyatakan positif, namun sampai Rabu (2/12/2020) sebanyak 203 dari 311 mahasiswa dinyatakan positif.
“Data yang saya dapat dari satgas kesehatan, ada sebanyak 203 dari 311 mahasiswa Poltrada yang dinyatakan positif Covid-19,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Sekda Tabanan I Gede Susila , Rabu (2/12/2020).
Dijelaskan, munculnya klaster di Poltrada tersebut setelah sekolah tersebut melakukan proses pembelajaran tatap muka. Sementara di Tabanan belum ada kebijakan melakukan pembelajaran tatap muka. Munculnya kasus ini berawal ada siswa yang sakit pilek dan demam. Dari Poltrada kemudian melaporkan ke provinsi dan dilakukan pengecekan termasuk swab test.
“Awalnya ada 23 mahasiswa yang dinyatakan positif,” jelas Sekda Susila.
Namun setelah semua hasil swab test yang dilakukan keluar, ternyata terus bertambah, hingga total ada 203 dari 311 mahasiswa dinyatakan positif Covid-19. Terhadap kasus tersebut, 203 Mahasiswa langsung menjalani isolasi mandiri di kampus yang sudah memiliki asrama dengan melakukan pengetatan dan pengawasan. Sementara yang dinyatakan negatif , dipulangkan ke daerah asalnya.
“Mereka yang dinyatakan negatif harus benar-benar negatif, agar tidak menjadi penyebar di keluarga mereka,” tandasnya.
Pihaknya tidak mengetahui, dimana mahasiswa ini terpapar. Pasalnya, sebelumnya mereka sudah membawa hasil swab test dari masing-masing asal. Namun karena sekolah tersebut ada di Tabanan dan kasusnya terjadi di Tabanan, maka pihaknya yang melaporkan sehingga kasus terlihat melonjak tajam.
“Soal awal mereka terpapar, belum diketahui, hanya saja ada siswa yang sakit langsung dilakukan swab dan hasilnya positif,” sebutnya.(jon)








