
TABANAN – Kondisi cuaca ekstrem itu mengakibatkan terjadinya pohon tumbang serta kerusakan bangunan di belasan titik.Salah satunya yang terkena dampak angin kencang tersebut adalah Bale Linggih di Merajan Agung Rsi Wanasari, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan. Bangunan itu ambruk akibat diterjang angin kencang pada Kamis (5/3/2026) siang, sekitar pukul 12.30 Wita.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengonfirmasi terjadinya musibah itu.Bangunan suci berukuran 5 meter x 2,5 meter itu ambruk secara mendadak saat angin bertiup kencang.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut lantaran tidak ada warga yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Kejadiannya sekitar pukul 12.30 Wita. Pas angin kencang. Tiba-tiba bangunan itu ambruk,” jelasnya.
Meski tidak ada korban, pihak pemilik bangunan mengalami kerugian materi yang relatif besar. “Kerugian materi diperkirakan Rp 50 juta,” imbuhnya.
Laporan kerusakan bangunan suci juga datang dari Pura Pucak Tinggah di Desa Angseri, Kecamatan Baturiti. Berdasarkan laporan awal dari pihak kantor camat setempat, terdapat dua unit bangunan di pura tersebut yang mengalami kerusakan akibat terjangan cuaca buruk.
“Rencananya besok, kami akan assessment ke sana bersama Camat Baturiti,” ungkapnya.
Sementara itu, ada tujuh kejadian pohon tumbang juga masuk laporan ke BPBD Tabanan. Seperti di Bonian, Antap, Selemadeg Barat, Pangkung Karung, Kerambitan, Kamasan, Tabanan, Sanggulan , Antosari serta lokasi laiannya yang sudah berhasil ditangani BPBD Tabanan. (jon)








