
BULELENG – Melonjaknya kasus konfirmasi yang teridentifikasi muncul dari acara kunjungan kerja pimpinan finance provinsi ke kantor finance Singaraja, disikapi serius Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Buleleng. Selain mengevakuasi 9 karyawan finance berinisial KP yang terkonfirmasi atau positif terinfeksi Covid-19, Satgas-PP Covid-19 Buleleng juga telah mengistruksikan Satpol-PP Pemkab Buleleng, mengisolasi sementara kalau tidak mau disebut menutup kantor finance di Jalan Ngurah Rai Singaraja tersebut.
“Untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19, kami sudah mengistruksikan Satpol- PP untuk melakukan penutupan sementara terhadap aktifitas kantor finance tersebut,” tandas Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Senin (30/11/2020) usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kabupaten Buleleng.
Sesuai data informasi dari Tim Medis Satgas-PP Covid-19, kata Suyasa yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, lonjakan kasus konfirmasi hingga sebanyak 22 orang merupakan hasil tracing kasus sebelumnya dan test swab pimpinan serta karyawan finance yang sempat menggelar acara, kedatangan tamu dari Denpasar.
“Dari hasil test mandiri yang dilakukan tamu finance dari Denpasar, hasilnya positif. Kemudian ditindaklanjuti dengan test swab terhadap pimpinan dan karyawan finance yang di Singaraja. Hasilnya, sebanyak 9 orang terkonfirmasi dan langsung dikirim ke Hotel Visini untuk menjalani isolasi,” jelas Suyasa sembari menegaskan keberadaan Lab PCR RSUD mempercepat deteksi dini, tracing dan treatment terhadap kasus konfirmasi.
Meski berada pada Zone Kuning, kata Suyasa penyebaran Covid-19 masih terjadi dan seluruh masyarakat termasuk jajaran pemerintahan dan Satgas-PP Covid-19 tidak boleh lengah.
“Karena sedikit saja kedisiplinan menerapkan prokes menurun, penyebaran Covid-19 pasti bertambah. Penerapan 3M Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak, merupakan bentuk adaptasi kehidupan baru seluruh warga masyarakat dimasa Pandemi Covid-19,” tegasnya.
Sementara Satgas-PP Covid-19, dengan jurus 3T, Tracing, Testing dan Treatment tetap siaga penanganan pasien Covid-19.
“Semua pihak harus sama-sama saling mengingatkan bahwa Pandemi Covid-19 masih terjadi dan harus tetap disiplin sampai vaksinasi Covid-19 dilakukan,” tegasnya. (kar)








