
BULELENG – DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng, Sabtu, 14 Februari 2026 melaksanakan puncak peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra Tahun 2026. Tak hanya sekedar berkumpul dan memperkenalkan Komang Dyah Setuti, sosok Sri Kandi Gerindra, Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Bali, alm. Jro Nyoman Rai Yusha, pada acara yang diikuti Fraksi Partai Gerindra di DPRD Kabupaten Buleleng, Organisasi Sayap serta pengurus PAC Partai Gerindra se-Kabupaten Buleleng juga digemakan yel, tema nasional Gerindra Kompak, Bergerak dan Berdampak serta pesan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Jenderal (purn) Haji Prabowo Subianto.
“Setelah tanggal 6 Februari 2026 kita rayakan puncak peringatan HUT ke-18 bersama di DPD Gerindra Bali, hari ini seijin Ketua DPD Gerindra Bali, DPC Partai Gerindra Buleleng laksanakan syukuran sederhana,” tandas Ketua DPC Partai Geridra Buleleng Gede Harja Astawa pada acara di Sekretariat DPC Partai Gerindra Buleleng.
Harja Astawa didampingi Sekretaris DPC Partai Gerindra Buleleng Kadek Widana dan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD Kabupaten Buleleng I Ketut Susana menegaskan sesuai arahan Ketum DPP Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto, peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra tahun 2026 lebih banyak bersifat sosial kemanusiaan, mengingat tahun ini banyak bencana yang melanda negeri ini di berbagai daerah.
“Sesuai tema, Gerindra Kompak, Bergerak dan Berdampak, HUT ke-18 tahun ini kita peringati dengan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan, seperti kunjungan dan penyerahan bantuan kepada korban banjir serta safari kesehatan,” ungkapnya.
Untuk menjaga kekompakan serta soliditas kader dan simpatisan, acara syukuran serangkaian HUT ke-18 Partai Gerindra juga dilaksanakan secara sederhana dirangkaikan dengan konsolidasi serta penekanan program kerja kedepan.
“Intinya, kami mengajak seluruh kader simpatisan Partai Gerindra Buleleng agar senantiasa bersyukur, menjaga kekompakan serta terus bergerak nyata dan berdampak untuk rakyat, sebagaimana pesan Bapak Prabowo, tidak bisa membantu banyak orang, mari kita bantu satu orang, kalaupun satu orang tidak bisa dibantu, minimal tidak membuat orang susah,” pungkasnya. (kar/jon)








