
TABANAN – Hujan deras yang melanda wilayah Tabanan menyebabkan bencana. Sebuah rumah di perumahan di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Marga ambruk menutup saluran irigasi di bawahnya menyebabkan air meluap memasuki rumah dibawahnya, Rabu (21/1/2026). Seorang ibu dan anak berusia 1,5 tahun terseret arus dan belum ditemukan.
Data yang berhasil dihimpun di lokasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Sebelum kejadian sebuah rumah yang ada di atas saluran irigasi milik I Wayan Sudarma ambruk. Korban yang sempat ikut jatuh mengalami luka-luka dievakuasi ke RS Kapal. Sementara istri dan anaknya selamat.
Namun akibat ambruknya rumah tersebut karena longsor menimbulkan bencana lebih besar untuk rumah yang ada di bawahnya. Rumah yang dihuni pasangan suami istri Semiranus Kristian Banafanu (31) bersama istrinya Yuliana Da Costa Makun (24) , anaknya Audrey Natalia Banafanu (1,5) dan kakaknya Thalia, seorang keluarganya Helen serta orang tua. Orang tua perempuan yang hanya bisa berbaring ditempat tidur justru selamat
Akibat saluran irigasi tertutup longsor air bah menerjang rumah tersebut. Menyadari air masuk mereka bangun dan berusaha menyelamatkan diri. Awalnya korban Semiranus hendak mengambil mobil yang terparkir di garasi depan untuk menyelamatkan diri, justru mobilnya sudah bergeser dan garasinya runtuh.
Yang bersangkutan kemudian lari ke belakang. Sambil menggendong anaknya Audrey, Semiranus bersama istri , anak dan adiknya Helen berlari ke bagian belakang rumah dekat kandang babi hendak menyelamatkan diri.
Naas, saat melangkah di samping kandang babi, Semiranus tercebur ke dalam gorong-gorong saluran air bersama putrinya Audre yang masih dalam dekapannya. Istrinya juga tercebur dan masuk ke gorong-gorong air, sementara anaknya Thalia sempat tercebur berhasil ditarik tantenya Helen.
Semiranus berhasil ditemukan di ujung gorong-gorong air di sungai Yeh Ge. Namun putri keduanya Audrey dan istrinya Yuliasa tidak ditemukan dan hanyut ke sungai Ge yang arusnya sangat deras.

Upaya pencarian dilakukan tim gabungan dari BPBD, Polres, Kodim, Basarnas serta masyarakat setempat. Dandim 1619/Tabanan Letkol. Inf. Trijuang mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan membentuk tiga tim melakukan pencarian secara manual sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian.
“Tim masih terus melakukan pencarian secara manual, namun arus air sungai sangat deras,” ungkapnya di lokasi
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga didampingi Sekda I Gede Susila bersama Dandim Tabanan dan Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati turun ke lokasi untuk memimpin langsung proses pencarian.
Wabup I Made Dirga mengaku prihatin dengan peristiwa ini. Pihaknya berharap kedua korban segera ditemukan. Wabup I Made Dirga juga menyerahkan bantuan PMI kepada keluarga korban.
Pada saat berdialog dengan keluarga korban, salah satu kerabat korban berharap Pemerintah Tabanan membantu sampai kedua korban ditemukan. Mereka juga berharap kalau ditemukan , bisa dibantu untuk membawa ke rumah di Kupang NTT, karena kerabat sedang menunggu dengan cemas.
Mendengar permintaan tersebut, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan berupaya keras mencari kedua korban dan membantu evakuasinya seperti permintaan kerabat korban. Sampai berita ini ditulis, kedua korban belum ditemukan.
Sebelumnya Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi juga langsung turun ke lokasi begitu mendapatkan informasi tentang kejadian tragis tersebut bersama camat marga I Nengah Sugiartha terus memantau proses pencarian.
“Pagi-pagi saya sudah langsung ke lokasi,” ungkapnya. (jon)








