
BADUNG – Daya tangkal remaja terhadap narkoba di Kabupaten Badung berdasarkan hasil pengukuran DEKTARI (Indeks Ketahanan Diri Anak dan Remaja) mencapai skor 73,13 dan masuk kategori Sangat Tinggi.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan mengatakan, capaian ini merupakan bukti konkret keberhasilan program pencegahan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, generasi muda Badung telah memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memadai untuk menolak narkoba. Hal ini sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity yang menempatkan kemanusiaan dan masa depan generasi muda sebagai prioritas utama.
“Anak dan remaja di Kabupaten Badung memiliki benteng pertahanan yang kuat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,”ujar AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan saat menyampaikan capaian kinerja selama tahun 2025 kepada awak media, Rabu (24/12/2025).
AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan juga melaporkan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tercermin dari Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) mencapai skor 3,91 dengan kategori Sangat Mandiri dan mutu A.
“Pencapaian ini didominasi oleh partisipasi aktif dari lingkungan pendidikan yang mencatatkan skor 3,91, sejalan dengan program dan kebijakan dari pusat melalui program ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba dimulai dari Anak Usia Dini),”ungkapnya.
Pihaknya menyebarkan informasi dan edukasi kepada pelajar akan bahaya narkoba melalui program “BNNK Badung Goes To School”. Tingginya skor dari sektor pendidikan menunjukkan keberhasilan BNNK Badung dalam membangun komitmen bersama untuk pencegahan narkoba melalui berbagai kegiatan inovatif di lingkungan sekolah dan kampus.
Sementara, untuk hasil evaluasi indeks kabupaten/kota tanggap ancaman Narkoba (IKOTAN) memperoleh skor 3,30 dengan kategori Sangat Tanggap dan mutu A.
Pencapaian ini merupakan wujud nyata dari penguatan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam lima variabel utama yang meliputi Ketahanan Keluarga dengan skor 3,33, Ketahanan Masyarakat mencapai 3,48, Kewilayahan 2,88, Kelembagaan 3,25, dan Hukum 3,28.
“Kami juga melaksanakan workshop untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua tentang bahaya narkoba, serta memperkuat komunikasi efektif dalam keluarga sebagai benteng pertama pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja. Program ini sejalan dengan prinsip War on Drugs for Humanity yang menempatkan keluarga sebagai unit terkecil namun terkuat dalam pencegahan narkoba,”imbuh mantan Kapolsek Singaraja ini.
BNNK Badung juga melaksanakan TAT (Tim Asesmen Terpadu) dari target 40 rekomendasi dengan realisasi 97 rekomendasi. Ini menunjukan bahwa pecandu dan penyalahguna narkotika mendapatkan rehabilitasi yang tepat, efektif, dan terarah melalui asesmen yang komprehensif.
Bahkan, indeks kepuasan penerima layanan rehabilitasi pada fasilitas rehabilitasi memperoleh nilai 3,32 dengan predikat B (Baik) dan indeks kepuasan masyarakat 3,75 memperoleh predikat A (Sangat Baik) .
“Program-program inovatif berbasis pendidikan, penguatan ketahanan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat akan terus dikembangkan sebagai kontribusi Kabupaten Badung dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang bersih narkoba,”tegas perwira melati dua asal Singaraja ini.








