
TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan ini juga untuk mengamankan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Saat ini kami siaga 24 jam penuh dan all out untuk mengantisipasi potensi bencana,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, Selasa (16/12/2025).
Diakui, sejak musim hujan mulai terutama sejak Bulan November sampai Desember ini, sudah banyak terjadi bencana seperti banjir, longsor maupun tanah longsor
“Untuk dari November sampai Desember, kurang lebih itu ada sekitar 15 kejadian, dengan kerugian material cukup besar,” sebutnya.
Srinada Giri menyebut titik rawan bencana di Tabanan terkonsentrasi di beberapa wilayah, dengan ancaman utama adalah durasi hujan yang panjang. Khususnya daerah yang sangat rawan terjadi longsor di wilayah pegunungan .
“Kalau hujan tiga hari berturut-turut, saya takutkan terjadi longsor untuk di Pupuan, Penebel, Marga, maupun Baturiti. Ini yang kami antisipasi,” tandasnya.
Sementara itu, wilayah Kediri menjadi perhatian khusus untuk risiko banjir. Penyebab banjir di Kediri diketahui karena menyempitnya aliran Sungai Yeh Dati di sekitar jalur Rumah Sakit Puri Bunda, sehingga air meluap. Pihak BPBD berharap PU segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah penyempitan sungai tersebut.
Untuk mengantisipasi pohon tumbang di jalur nasional, BPBD sebelumnya telah melakukan mitigasi perabasan pohon di seluruh jalur Tabanan dan sejauh ini tidak ada kejadian pohon tumbang melewati jalur utama Denpasar–Gilimanuk.
Terkait anggaran, Srinadha Giri tidak menampik bahwa anggaran BPBD kini agak menipis menjelang akhir tahun. Meskipun demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan langkah BPBD dalam melakukan penanganan dan antisipasi bencana.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan sendiri mengalokasikan dana kebencanaan sebesar Rp5 miliar pada tahun 2025 yang bersumber dari APBD, namun penggunaan dana tersebut terus berjalan untuk penanganan sepanjang tahun.
“Sudah jelas anggarannya menipis. Ini tidak menyurutkan langkah kami melakukan penanganan dan antisipasi bencana ,” tegasnya.
Dalam menyambut periode Nataru, BPBD Tabanan telah membentuk Posko Terpadu yang berpusat di kantor BPBD. Posko ini melibatkan seluruh unsur penanganan bencana, termasuk TNI, Polri, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kami semua terlibat di dalam posko terpadu ini mengantisipasi berbagai kemungkinan,” kata Srinadha Giri.
BPBD Tabanan telah meneruskan imbauan kepada para Camat dan Perbekel untuk disebarluaskan kepada masyarakat.
“Saya mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dan yang berada di tempat-tempat potensi terjadinya bencana agar saat hujan agar mencari tempat lebih aman. Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita. Kalau terjadi bencana segera lapor ke aparat terdekat,” pungkasnya. (jon)








