
TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan harus putar otak mencari anggaran untuk membiayai pembangunan dan program pemerintah lainnya di tahun 2026 mendatang. Pasalnya, pemerintah pusat mengurangi dana transfer ke Tabanan sangat besar mencapai Rp 101,475 Miliar lebih. Mau tidak mau Tabanan harus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Berdasarkan data yang dihimpun penurunan dana transfer dari pusat yang cukup signifikan sebesar Rp 101, 475 Miliar lebih terdiri dari Dana Desa Rp 18 Miliar, Dana Insentif Daerah (DID) Rp 24 miliar, Dana Bagi Hasil Pajak Rp17 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) R p53 miliar, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Rp12 miliar.
Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, I Wayan Kotio mengakui penurunan dana transfer dari pusat yang mencapai ratusan miliar rupiah. Dia mengakui penurunan ini tentu menjadi tantangan berat bagi keuangan daerah. Meski demikian, pihaknya akan diantisipasi melalui penyesuaian belanja, terutama yang bersumber dari DAK atau dana pusat lainnya.
“Prioritas pembangunan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan tetap mengedepankan prioritas sesuai visi dan misi pimpinan daerah,” ungkap Kotio dikonfirmasi Minggu (28/9/2025).
Kotio mengatakan, strategi pemerintah daerah yang tengah disiapkan untuk menutup kekurangan anggaran yakni dengan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Untuk target PAD tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp 879 miliar lebih, jauh meningkat dari tahun 2025 ini.
“Kami akan maksimalkan potensi pendapatan yang ada, agar PAD bisa menopang program pembangunan yang akan dilaksanakan,” tandasnya.
Terkait kemungkinan adanya skenario perubahan kebijakan atau inovasi baru di tengah keterbatasan fiskal, Kotio menambahkan, hal itu akan menjadi pembahasan dalam rapat TAPD Tabanan. Hal tersebut tentu menjadi perhatian untuk mengambil langkah strategis selanjutnya.
“Bukan hanya domain Bakeuda, tetapi akan dirumuskan bersama terutama di TAPD untuk menjaga kesinambungan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal,” pungkasnya. (jon)








