
KLUNGKUNG – Pembinaan olahraga di Kabupaten Klungkung kian menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini terbukti dari raihan medali emas kontingen Klungkung pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI tahun 2025 yang naik tajam hingga 100 persen dibandingkan Porprov sebelumnya.
Jika pada Porprov 2023 Klungkung hanya mampu membawa pulang 25 medali emas, tahun ini torehan itu berhasil dilipatgandakan menjadi 50 medali emas. Total keseluruhan medali yang diraih kontingen Klungkung mencapai 198 keping, terdiri dari 50 emas, 49 perak, dan 99 perunggu. Prestasi ini menjadi catatan sejarah baru bagi dunia olahraga di Kabupaten Klungkung.
Dalam Porprov tahun ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung menurunkan kekuatan penuh dengan total 682 orang. Mereka terdiri dari 525 atlet, 88 pelatih dan official, 88 panitia, serta 69 pendamping cabang olahraga (cabor). Dari 49 cabor yang dipertandingkan, Klungkung mengikuti 40 di antaranya.
Meski tidak tampil di semua cabor, prestasi Klungkung tetap gemilang. Persaingan berlangsung ketat karena ajang dua tahunan ini menjadi panggung bergengsi antar kabupaten/kota se-Bali. Tahun ini, Denpasar dan Badung menjadi tuan rumah utama, dengan sejumlah venue tambahan di Klungkung, Karangasem, Jembrana, dan Tabanan.
Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, yang juga menjabat Ketua DPRD Klungkung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan seluruh tim. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa Klungkung mampu bersaing meski dengan keterbatasan.
“Walaupun belum bisa naik dari peringkat lima besar, capaian kali ini jauh lebih baik. Janji bonus Rp 60 juta untuk peraih emas sudah pasti cair. Kami tidak akan menunda terlalu lama. Targetnya, sebelum Oktober bonus sudah bisa dibagikan secara resmi oleh Bupati,” ujar Gung Anom, Rabu (17/9/2025).
Ia menegaskan, pencapaian ini sangat membanggakan mengingat minimnya pemusatan latihan (Training Center/TC) yang dilakukan sebelumnya.
“Atlet kita berjuang mati-matian, dan hasilnya sangat memuaskan. Dari sini kita belajar bahwa pembinaan harus terus ditingkatkan, baik fisik, stamina, maupun mental para atlet,” imbuhnya.
KONI Klungkung juga menyiapkan langkah evaluasi untuk semakin memperkuat prestasi atlet di masa mendatang. Salah satunya dengan memastikan seluruh peraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu, akan mendapat kesempatan menjalani TC pada tahun 2026.
“Tidak ada pengecualian. Semua atlet peraih medali akan mendapat pembinaan berkelanjutan. Dengan begitu, hasil yang kita capai sekarang bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” terang Gung Anom didampingi Ketua Kontingen Klungkung, I Ketut Sujana. (yan)







