
DENPASAR – Hujan deras yang mengguyur Denpasar sejak Selasa (9/9/2025) malam hingga Rabu (10/9/2025) dini hari memicu air bah dari hulu Sungai Ayung. Derasnya terjangan air sekitar pukul 03.00 Wita menghancurkan sejumlah bagian penting di Pura Musen Kesiman.
Balai panjang, palinggih bersejarah, serta tembok panyengker pura lenyap tersapu banjir. Bahkan, bale kulkul di depan Pura Dalem Kesiman juga ikut hanyut, sementara areal depan pura ambrol diterjang derasnya arus.
Seorang warga mengaku baru mengetahui peristiwa ini saat hendak sembahyang Pagerwesi. “Saya kaget melihat panyengker roboh, Palinggih Ratu Niang Sakti hilang, bale panjang juga hanyut. Bekas air bah terlihat sampai ke areal pura,” ungkapnya.
Penyarikan Desa Adat Kesiman, I Gede Oka Adnyana Putra, menegaskan kerusakan yang terjadi bukan sekadar fisik, tetapi juga menyangkut warisan bersejarah. “Balai panjang, palinggih, hingga penyiraman Ida Bhatara hanyut. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kami akan bahas langkah selanjutnya dalam internal desa adat,” jelasnya. (sur)








