
NINGXIA – China atau Republik Rakyat Tiongkok benar-benar mengalami yang sangat pesat di berbagai sektor termasuk energi dan pertanian. Salah satu yang Ningxia kini menjadi rumah basis energi terbarukan dengan keberadaan pembangkit tenaga surya yang ada di gurun tengger bagian energi bersih serta adanya perkebunan hyroponik organik yang selalu menyediakan sayur dan buah sepanjang tahun.
Ketika kita berada di gurun tentu yang ada di pikiran kita adalah pasir, gersang dan panas. Tidak demikian dengan Gurun Tengger di Provinsi Ningxia, bagian utara China yang berbatasan dengan Mongolia. Gurun pasir di dataran tinggi ini kini disulap menjadi berbagai hal yang sangat produktif. Salah satunya keberadaan proyek listrik terbarukan tenaga surya berskala sangat besar. Dilahan seluas hamlir 100 ribu hektar, memanfaatakn sinar matahari , kini terpasang panel surya yang hamparannya . Tahap pertama proyek pembangkit listrik terbarukan ini dimulai sejak tahun 2022 sudah berjalan di lahan sekitar 6000 hektar dan tahap kedua akan dilanjutkan di areal 6000 hektar lagi.
Pembangkit liatrik terbarukan ini , nantinya akan menghasilkankan listrik sekitar 17 juta kilowatt untuk memenuhi kebutuhan listrik 1,5 juta kepala keluarga di Provinsi Ningxia dan Hunan yang melewati tiga provinsi lainnya.
Menariknya, menurut pihak china energi pelaksana , proyek listrik dengan panel surya ini dibuat feksibel mengikuti arah matahari menggunakan teknologi AI. Sehingga selalu mendapatkan sinar setiap saat. Sementara untuk pembersihan menggunakan drone. Drone juga memantau panel rusak untuk dapat segera diperbaiki juga menggunakan teknologi AI.
Lokasi listrik tenaga surya ini juga sebagai upaya menjaga ekologi. Pasalnya dibawah kini tumbuh berbagai jenis tanaman dengan sistem pengairan terintegrasi. Adanya tumbuhan ini juga kini di lokasi tersebut ada habitat rusa bisa hidup dengan baik.
Pembangkit listrik terbarukan tenaga surya, tentua sangat bisa diterapkan di Indonesia termasuk Bali yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Seperti di daerah Buleleng ataupun Karangasem pembangkit ini sangat mungkin untuk dibuat sebagai bagian upaya Bali mandiri energi.
Selain keberadaan pembangkit listrik terbarukan tenga surya, di Provinsi Niangxia juga dikenal dengan pertaniannnya yang sangat maju dan ramah lungkungan. Di salah satu sub distrik. Ada sekitat 16 perusahan yang bergarak di bidang pertanian hydoponik organik dengan metode rumah hijau atau green house.
Salah satunya Putian Ruinong Agriculture Development Co.Ltd. Perusahan ini membudikan berbgai jenis buah seperti melon, semangka, pitch anggur dan sejenis mentimun menerapkan sistem hydroponik.
Pertanian mampu menyediakan sayur maupun buah sepanjang tahun meski bukan musimnya. Dengan menerapkan teknologi dan green house, perusahaan membudidayakan pertanian dengan baik.
Di lokasi ini dilakukan mulai pembibitan, penyemaian sampai penanaman dengan penerapan teknologi di lahan seluas 1240 hektar dan 500 are untuk pembibitan.
Ketika panen, perusahaan ini memperkerjakan ribuan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Hasil perkebunan dikirim ke shanghai, dan daerah lainnya di China. Bahkan saat Olimpiade Beijing tahun 2008 lalu, semua sayur dan buah dipasok dari daerah ini.
Suksesnya pertanian di Ningxia ini tidam terlepas dari bantuan pemerintah setemlat dengan berbgai bantuan dan kemudahan yang diberika termasuk lahan perkebunan yang semuanya milik negara.
Terlepas dari keberhasilan di bidang energi dan pertanian, Ningxia juga mengembangkan sektor pariwisata dengan keberadaan wisata di tengah gurun dengan fasilitasnya dan tentu saja keberadaan Shapotau Nasional Nature Reserve dengan keberadaan yellow river yang sangat terkenal. Lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan setiap saat. (jon)








