
GIANYAR – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, hadir memberikan penghormatan terakhir dalam upacara pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Geriya Sedhawa, Desa Tegaltugu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Kamis (28/8/2025).
Megawati tiba sekitar pukul 11.30 Wita didampingi putranya Prananda Prabowo, pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie, dan sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan. Kehadiran Megawati menarik perhatian warga yang sejak pagi memadati lokasi upacara adat Bali tersebut.
Sejumlah tokoh PDI Perjuangan asal Bali ikut mendampingi Megawati, di antaranya Anak Agung Oka Ratmadi (Tjok Rat), Ketua DPD PDIP Bali sekaligus Gubernur Bali Wayan Koster, serta Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta. Hadir pula Bupati Gianyar Made Mahayastra, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, para bupati se-Bali dari PDI Perjuangan, dan ratusan kader partai banteng moncong putih.
Penghormatan Terakhir untuk Kader Senior PDI Perjuangan
Upacara pelebon ini menjadi momen penting untuk mengenang sosok Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra, yang sebelum menjadi sulinggih dikenal dengan nama Ida Bagus Putu Wesnawa. Semasa hidup, almarhum merupakan kader senior PDI Perjuangan dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali selama dua periode (1999–2004 dan 2004–2009).
Pantauan di lokasi, Megawati sempat berbincang dengan pihak keluarga di bale gede sebelum memanjatkan doa. Mengenakan kebaya putih, Megawati kemudian diarahkan oleh Bupati Gianyar untuk melakukan penghormatan terakhir. Sekitar 10 menit berdoa, Megawati meninggalkan Geriya Sedhawa pukul 12.01 Wita dengan mobil hitam berpelat B 2327.
Keluarga Sambut Kehadiran Megawati dengan Penuh Syukur
Adik almarhum, Ida Bagus Sadhawa, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Megawati dan jajaran PDI Perjuangan.
“Bagi kami, kehadiran Ibu Megawati adalah bentuk ikatan kekeluargaan yang luar biasa. Walaupun awalnya dipertemukan lewat partai, kebersamaan dan kehadiran beliau sangat berarti,” ujarnya.
Ia menambahkan, Megawati menepis permintaan maaf keluarga jika semasa aktif di partai almarhum pernah melakukan kesalahan.
“Ibu Mega mengatakan tidak ada yang salah. Justru beliau melaksanakan tugas partai dengan baik,” kata Sadhawa.
Sosok Ida Bagus Wesnawa: Politisi Sepuh dan Marhaenis Sejati
Ida Bagus Wesnawa berpulang pada Kamis (31/7/2025) dalam usia 86 tahun. Sebelum menjadi sulinggih, almarhum dikenal sebagai politisi senior, idealis, dan pendidik yang rendah hati. Ia merupakan putra tokoh pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI) di Gianyar, sehingga darah politik mengalir kuat dalam dirinya.
Karier politiknya dimulai dari PNI, lalu bergabung dengan PDI hingga menjadi PDI Perjuangan. Pada masa awal berdirinya PDI Perjuangan, ia kerap menghadapi intimidasi dan tekanan, namun tetap teguh pada garis perjuangan marhaenis. Loyalitasnya menjadikan almarhum salah satu kader berpengaruh dalam perjalanan partai di Bali, terutama pada masa sulit pasca reformasi.
Pelebon Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Hadir
Prosesi pelebon di tunon (setra) milik geriya berlangsung khidmat dengan nuansa adat Bali yang kental. Ribuan warga turut memberikan penghormatan terakhir, mengenang sosok yang mengabdikan hidupnya untuk agama, budaya, dan perjuangan politik.
Kepergian Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra meninggalkan jejak pengabdian yang panjang: dari seorang politisi marhaenis idealis, pendidik, hingga sulinggih yang teguh dalam dharma. (yan)








