
BULELENG – Wakil rakyat di DPRD Kabupaten Buleleng bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wabup Gede Supriatna dan Sekda Gede Suyasa, menggenjot pembahasan Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Buleleng Tahun 2025-2029.
Selain menyepakati program yang telah diselaraskan dengan pusat maupun provinsi, dewan juga mengakomodir usulan bupati terkait pengajuan pinjaman daerah untuk membiayai sejumlah program prioritas seperti peningkatan kualitas layanan RSUD dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan.
“Iya, dari rapat pembahasan tadi kita sependapat dengan usul, saran dan masukan yang disampaikan bupati, antara lain terkait pinjaman daerah sebagai sumber pendapatan daerah
dalam RPJMD Buleleng Tahun 2025-2029,” tandas Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya usai memimpin rapat di Ruang Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Buleleng, Jumat (25/7/2025).
Ngurah Arya didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng, I Nyoman Gede Wandira Adi, I Made Jayadi Asmara dan Kedek Widana menegaskan rencana pinjaman daerah sebagai sumber pendapatan untuk membiayai program yang telah disusun dalam RPJMD akan dibahas lebih lanjut oleh masing-masing faksi.
“Pada intinya kami di DPRD sepakat dengan rencana pemerintah untuk melakukan pinjaman daerah. Namun, kami melalui masing-masing fraksi sebelumnya akan berdiskusi dulu di internal sehingga nantinya persetujuan yang disampaikan fraksi lebih detail dan tujuan yang diharapkan dapat terwujud,” tandas Ngurah Arya dibenarkan Wandira Adi.
Selaku Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Wandira menyarankan eksekutif menyampaikan lebih rinci nilai dan pemanfaatan termasuk skema pengembalian dari pinjaman daerah yang akan dijadikan salah satu sumber pendapatan daerah untuk membiayai program yang telah disusun dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Buleleng tahun 2025-2029.
Ia juga berharap, dewan dilibatkan dalam penyusunan program peningkatan kualitas layanan RSUD Buleleng dan sarana prasarana pendidikan yang pembiayaannya berasal dari pinjaman daerah.
“Kita berharap dalam pembahasan hal tersebut DPRD dapat dilibatkan. Hal ini penting sebagai wujud sinergi antara eksekutif dengan dewan sehingga pembangunan di Kabupaten Buleleng dapat terwujud secara merata,” tandas Wandira diapresiasi Sutjidra.
Selaku Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengungkapkan penjaman daerah dibutuhkan untuk pembangunan yang bersifat prioritas antara lain peningkatan kualitas layanan RSUD Buleleng seperti pada layanan Ruang Intensif/ICU dan pengoperasian alat TCM GeneXpart.
“Selain peningkatan kualitas layanan untuk penanganan penyakit seperti TBC RO, pinjaman daerah juga dibutuhkan untuk mewujudkan program tertunda yakni RSUD Buleleng sebagai RS Rujukan Regional dan program peningkatan kualitas layanan bidang pendidikan,” pungkasnya. (kar/jon)








