
BADUNG – Desakan pemberian atensi terhadap kekroditan lalu lintas di Simpang Siligita (Benoa) dan Simpang Nirmala (Ungasan) kembali muncul. Kali ini disampaikan oleh seorang tokoh Kuta Selatan yang juga Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Sukses.
Anggota Komisi II ini mengaku sangat khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut, maka akan berdampak buruk pada perkembangan pariwisata. Keluhan demi keluhan sudah kerap kali diterima, baik itu dari pelaku transportasi wisata ataupun wisatawan itu sendiri.
Sebagai solusi jangka pendek, Sukses menyarankan agar dilakukan atensi khusus terhadap dua persimpangan tersebut. Yakni melalui penempatan petugas Dinas Perhubungan, utamanya pada jam-jam sibuk. “Kami sudah beberapa kali menyampaikan ke Dinas Perhubungan, agar ada pengaturan lalu lintas harian di titik-titik tersebut. Tapi itu hanya solusi jangka pendek,” sebutnya.
Sementara untuk solusi jangka panjangnya, adalah berupa pelebaran jalan dan percepatan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Seperti di Simpang Siligita, Sukses menyarankan agar pelebaran dilakukan dengan memanfaatkan lahan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Badung. “Kalau tidak dibarengi dengan infrastruktur, tamu tidak akan datang ke Bali lagi. Jadi ini segera harus diatasi,” desaknya.
Sementara itu, Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta memastikan bahwa kepadatan lalu lintas di kedua simpang tersebut sudah menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Badung. Bahkan untuk di Simpang Siligita, sudah dilakukan koordinasi bersama oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Perumdam Badung. Hal itu katanya berkenaan dengan wacana pemanfaatan lahan Perumdam Badung untuk pembuatan intersection.
Di samping itu, soal pengaturan lalu lintas, Dishub Badung dipastikan telah bergerak. Bahkan ada pula rencana pemasangan rambu lalu lintas tambahan di Simpang Siligita. “Kita bersyukur pariwisata sudah sangat bagus dan daerah selatan menjadi primadona juga,” imbuhnya. (adi)








