
TABANAN – Warga Banjar Pangkungtibah Belodan, Desa Pangkungtibah, Kediri digegerkan dengan penemuan sesosok mayat terampung di Tukad Yeh Bumbung, Minggu (4/5/2025) pagi. Belum diketahui identitas korban yang pernah dilihat warga sekitar sebelum Nyepi.
Mayat tanpa identitas tersebut pertma kali ditemukan saksi Marselinus Wedolo (41) asal Sumba Barat sedang memancing di sungai tersebut. Saat itu saksi menciun ada bau menyengat. Ketika didekati kedapatan mayat dalam keadaan masih memakai helm di tepi sungai.
Saksi kemudian menghubungi masyarakat sekitar dan Kawil Banjar Pangkung Tibah Delodan yang langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kediri untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Kediri langsung turun ke lokasi dan menemukan mayat tanpa indentitas yang masih mengenakan baju dalem warna putih, kemeja parasut lengan pendek warna putih, dan jaket berwarna biru dongker.
Korban juga mengenakan celana kain panjang warna hitam, celana Kain parasut pendek warna orange, celana jas hujan warna biru dongker, celana kain panjang warna hitam dan Cd tidak bisa di buka. Korban juga masih mengenakan helm scoopy warna hitam dengan list merah.
Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tabanan. Dari hasil pemeriksan dokter dikethaui, terdapat lebam mayat, ditemukan adanya larva, gigi hilang dua bagian atas, diperkirakan meninggal lebih dari 5 hari dan penyebab kematian belum bisa diidentifikasi.

Kapolsek kediri Kompol I Nyoman Sukadana ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Mayat korban sudha dievakuasi ke RSUD tabanan dan setelah divisum luar, mayat selanjutnya dititipkan di RS Sanglah.
Dia menambahkan, dari keterangan saksi Marselinus, sudah melihat korban di tepi sungai Yeh Bumbung dari sebelum hari raya nyepi, dan sempat mengobrol dengan korban dan mengaku diusir dari rumahnya. Terakhir saksi menemukan korban di Tukad Yeh Bumbung dua minggu yang lalu.
Saksi lain I Wayan Agus Wirata (43) warga setempat menerangkan dia melihat korban di sekitar lokasi pada saat Hari Raya Galungan. Saksi mengaku sempat ngobrol Bahasa Bali dengan korban, namun yang bersangkutan linglung tidak bisa diajak berkomonikasi lancar.
“Penyebab dan motifnya masih diselidiki,” tandasnya seraya menyampaikan kalau ada yang mengenal korban untuk menghubungi pihak Polsek Kediri. (jon)








