
BADUNG – Dua personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) diberangkatkan sebagai bantuan menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar. Mereka adalah Putu Eka Darma Sucita (rescuer) dan I Made Eka Setiawan (perawat).
“Dari kami ada 2 personel yang turut diberangkatkan, dimana ada petugas medis dan rescuer,” ungkapnya Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, Selasa (1/4/2025) lalu.
Dua anggota Basarnas Bali itu dipastikan merupakan personel pilihan yang sudah terlatih serta teruji, sesuai standar INASAR (Indonesia Search and Rescue). “Kami berharap nantinya semua personel dapat dilancarkan dalam melaksanakan tugas dan kembali dalam keadaan selamat,” harapnya.
Perlu diketahui, 2 personel Basarnas Bali ini kemudian ikut bergabung dengan 50 anggota Basarnas lainnya sebagai Tim INASAR yang terdiri dari 71 personel. Pelepasan ke Myanmar mulai dilakukan pada Selasa (1/4/2025), oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian Pertolongan dan Kesiapsiagaan Laksda TNI R Eko Suyatno mendampingi Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Kepala BNPB dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa gempa 28 Maret 2025 di Myanmar memakan banyak korban jiwa. Yang mana hingga saat itu katanya sudah mencapai angka 2600 orang meninggal dunia. Namun demikian, yang perlu diselamatkan juga masih banyak.
“Untuk kondisi tempat penugasan kali ini tidak seperti negara kita atau tidak seperti penugasan Basarnas 2023 lalu ketika gempa Turki dan Suriah. Mungkin situasi di sana lebih sulit karena diinformasikan komunikasi belum berjalan bagus, beberapa daerah listrik masih padam. Tentunya yang mendukung tim INASAR di sana sangat terbatas,” ujarnya.
Meski demikian, dia meyakini bahwa personel Indonesia dapat melaksanakan tugas secara optimal. Sebagaimana pengalaman di Turki, meskipun sudah lewat dari golden time, namun Tim INASAR masih bisa mengevakuasi kurang lebih 15 jenazah.
“Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan personel. Di antaranya Singapura, Malaysia, Philipina, Korea Selatan, dan China. Semua kekuatan negara hampir sama dan mereka bekerja bersama-sama tidak menonjolkan batas-batas negara,” sambungnya.
Adapun bantuan yang diberangkatkan Indonesia ke Myanmar adalah mencakup tim penyelamatan, tenaga medis, serta logistik. Semuanya dikirim dengan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. (adi)








