
BULELENG – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Romo H.R. Muhammad Syafi’i bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Sabtu, 9 Mei 2026 melepas 50 Bhikku dari Brahma Vihara Arama Banjar menuju Candi Borobudur.
Selain mengucapkan terimakasih, pada momentum tersebut juga digemakan pesan yang disampaikan 50 bhikku asal Thailand, Malaysia dan Laos serangkaian perjalanan suci bertajuk ”Indonesia Walk for Peace’ (IWFP).
“Perjalanan suci yang dilakukan Umat Budha dalam menyambut Hari Raya Suci Waisak, sebagai wujud nyata nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat Indonesia sejak lama melalui ajaran agama masing-masing,” tandas Wamenag Romo H. R. Mohammad Syafi’i pada pelepasan peserta Indonesia Walk for Peace di Brahma Vihara Arama Desa Bajar/Kecamatan Banjar.
Wamenag Romo Syafi’i menegaskan semua agama mengajarkan bagaimana manusia mampu mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan yang harmonis.
“Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu. Kerukunan umat beragama yang terbangun saat ini lahir dari pelaksanaan ajaran agama yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah hadir untuk memperkuat dan menjaga toleransi tersebut agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” tandas Romo Syafi’i diapresiasi Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Koster menegaskan, kegiatan IWFP tidak hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional.
“Kegiatan ini tidak semata-mata merupakan kegiatan fisik maupun kegiatan keagamaan yang sakral, tetapi juga menyampaikan pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujarnya.
Menurutnya, semangat perjalanan suci para bhikku tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya.
“Nilai toleransi dan kedamaian dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian di dunia,” pungkasnya. (kar/jon)








