
BULELENG – Berbagai bentuk kegiatan dilakukan civitas akademika Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IAHN-MP) Singaraja dalam memperingati Dies Natalis Pertama tahun 2026.
Meski sederhana dan lebih banyak bersifat internal, kegiatan antara lain berupa bhakti sosial, jalan sehat dan berbagai lomba yang dilaksanakan sejak pekan lalu, tak mengurangi semangat dan makna peringatan 1 tahun berdirinya Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan yang memiliki visi ‘Unggul, Bermartabat dan Barkarakter Tri Kaya Parisudha’.
“Rangkaian peringatan dies natalis pertama, IAHN Mpu Kuturan sudah kami laksanakan bersama segenap civitas akademika sejak pekan lalu seperti kegiatan bhakti sosial dan jalan sehat,” ungkap Rektor IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag.,M.A., pada acara media gethering di kampus setempat, Selasa (5/5/2026).
Rektor Suwindia didampingi Wakil Rektor (Warek) I Dr. Putu Sanjaya, S.Ag.,M.Pd.H., Dr. Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag.,M.Si., selaku Warek II dan Dr. I Nyoman Miarta Putra, S.Ag.,M.Ag., selaku Warek III menandaskan nuansa sederhana peringatan dies natalis dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat dan kementeraian agama terkait efisiensi anggaran.
“Namun demikian, sesuai tagline kita green, art dan smart tetap kita implementasikan antara lain berupa kegiatan penghijauan pada asset, lahan milik IMK di Desa Patas Kecamatan Gerokgak dan bhakti sosial penyaluran sembako kepada warga kurang mampu, dan tadi kita laksanakan kegiatan jalan sehat,” terangnya.
Langkah efisien si, juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi (smart) pada penerimaan mahasiswa baru dengan targetkan tahun ini sebanyak 800-850 orang dan pelaksanaan wisuda hanya sekali setahun pada Bulan Oktober.
Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Rektor Suwindia mengaku optimis IAHN-MP yang akrab disapa Institut Mpu Kuturan (IMK) bertransformasi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan tapi juga menjadi pusat layanan keagamaan multifungsi, garda terdepan dalam mencetak generasi Hindu yang unggul, moderat dan mandiri secara ekonimo di masa depan.
“Dengan segmen program pendidikan yang beda dengan perguruan tinggi lainnya serta amanat PMA tentang penetapan SPP oleh Kementerian Agama yang berada jauh dibawah Unud maupun Undiksha, kita optimis dapat memberikan layanan pendidikan sesuai dengan prodi yang kita miliki dan market yang ada,” jelasnya.
Dengan penguatan sistem LNS yang diijinkan Menristek, IAHN Mpu Kuturan juga melaksanakan sistem pembelajaran daring yang dapat diakses darimanapun oleh mahasiswa.
“Ini juga merupakan PR dari Pak Dirjen dan bagian dari tagline IMK, yakni Green, Art dan Smart. LNS merupakan implementasi dari Smart, pengembangan teknologi dalam mendukung pembelajaran kolaborasi during maupun luring,” pungkasnya. (kar/jon)








