
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Kamis, 12 Maret 2026 memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan kondisi paska bencana alam berupa tanah longsor dan banjir yang terjadi di Kecamatan Banjar.
Selain memaparkan penanganan awal bencana berupa pembersihan sejumlah lokasi terdampak dan pencarian 1 dari 4 orang korban terseret banjir oleh Tim SAR Gabungan, pada rakor melibatkan pelaku usaha dan industri di Kabupaten Buleleng tesebut juga ditekankan pentingnya penyamaan persepsi dan identifikasi kebutuhan serta pertisipasi aktif pelaku usaha/industri dalam penanganan/pemulihan kondisi paska bencana.
“Hingga saat ini, Pemkab Buleleng melalui Tim Penanggulangan Bencana terus berupaya melakukan pencarian satu korban hilang akibat terseret banjir, pembersihan material banjir pada lokasi/fasum dan daerah aliran sungai (DAS) serta penyaluran bantuan kepada korban terdampak bencana,” tandas Bupati Sutjidra pada rakor di Ruang Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng.
Bupati Sutjidra menegaskan, meski Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap Putu Wini Lestari (17) yang hilang terseret banjir telah dihentikan hari ini oleh Tim SAR Gabungan, upaya penanganan lanjutan dan paska bencana tetap dilakukan Pemkab Buleleng.
“Upaya pemulihan, khususnya di Kecamatan Banjar yang mengalami dampak bencana paling parah, seperti perbaikan pipa distribusi air bersih, pembersihan material banjir pada sejumlah fasilitas umum, rumah warga terdampak dan daerah aliran sungai (DAS) tetap dilakukan bersama Tim Penanggulangan Bencana, OPD dan instansi/institusi terkait seperti Basarnas serta BWS Bali-Penida tetap dilakukan, termasuk upaya pemulihan paska bencana dengan melibatkan pelaku usaha/industri di Kabupaten Buleleng,” jelasnya.
Bupati Sutjidra menambahkan, selain pengerahan ASN dan alat berat dalam pembersihan lokasi terdampak banjir, kolaborasi bersama dunia usaha juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kondisi paska bencana.
“Kami mengajak dunia usaha untuk bersama-sama, bergotong royong meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Sekecil apapun bantuan yang diberikan, pasti berguna bagi saudara kita yang terdampak bencana di Kecamatan Banjar,” pungkasnya.(kar/jon)








