
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Kamis, 26 Februari 2026 membuka Lokasabha IX Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng.
Selain mengajak untuk meningkatkan pengabdian, ketua dan pengurus PHDI Kabupaten Buleleng yang akan terpilih melalui Lokasabha IX juga diharapkan mampu mengayomi umat ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.
“Jadi mengabdi untuk umat, mengayomi, kemudian menyelesaikan permasalahan-permasalahan umat dengan cepat dan tepat,” tandas Bupati Sutjidra pada pembukaan Lokasabha IX PHDI Kabupaten Buleleng tahun 2026 di Aula Kampus Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja.
Bupati Sutjidra menegaskan, Lokasabha tidak hanya sebagai tatanan organisasi yang wajib dilaksanakan sebagai wahana penyampaian pertanggungjawaban akhir dan evaluasi kepengurusan sebelumnya, tapi juga sangat strategis dalam menyusun program kegiatan yang dapat menjawab tantangan kekinian dengan merekrut sumber daya manusia (SDM) yang dapat mengayomi umat.
“Sesuai tema Lokasabha, Meningkatkan Pengabdian kepada Umat, tentu harus didukung dengan peningkatan sumberdaya manusianya terlebih dahulu. Oleh karena itu Lokasabha ini perannya sangat strategis,” tandas Bupati Sutjidra diapresisi Gde Made Metra.
Selaku Ketua PDHI Kabupaten Buleleng terpilih masa bhakti 2026-2031, Metra menyatakan bersama pengurus telah menyiapkan sejumlah program.
Ia memaparkan selain konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan, pihaknya juga telah menyusun program kegiatan antara lain berupa pembinaan umat yang menyasar ‘Dharmika’ (umat lain yang pindah keyakinan menjadi penganut Agama Hindu atas dasar keihklasan tanpa paksaan) dan generasi muda Hindu pra nikah atau calon pengantin (catin) tentang ajaran Hindu berdasarkan Wedha, Susila dan Tatwa.
“Pembinaan serta edukasi bagi para Dharmika, setelah menjalani ritual upacara Sudiwadani sangat penting agar mampu melaksanakan kewajibannya sebagai umat Hindu. Sementara pembinaan dan edukasi kepada generasi muda Hindu kita lakukan sejalan dengan program pemerintah dalam meminimalisir kasus pernikahan dini yang berkaitan erat dengan pencegahan Stunting,” pungkasnya. (kar/jon)








